Nyepi Siaran Sebagai Upaya Memanusiakan Manusia

Beberapa literatur menyebutkan bahwa Nyepi secara prinsip lebih pada upaya pengendalian panca indria.

Nyepi Siaran Sebagai Upaya Memanusiakan Manusia
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Suasana di kawasan lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa literatur menyebutkan bahwa Nyepi secara prinsip lebih pada upaya pengendalian panca indria.

Nyepi dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian menjadi jalan bagi upaya meredakan nafsu indria yang ada dalam diri manusia.

Amati Geni memiliki makna tidak menyalakan api termasuk memasak dan berujung pada upaya melakukan puasa.

Amati Karya bermakna tidak bekerja dan upaya menyepikan indria. Amati Lelungaan memiliki arti tidak bepergian dan menjadi langkah untuk mengistirahatkan badan.

Terakhir, Amati Lelanguan atau tidak mencari hiburan.

Pelaksanaan Nyepi di Bali setiap tahunnya kini selalu diikuti dengan pelaksanaan mematikan seluruh operasional siaran dari lembaga penyiaran radio dan TV atau yang lebih dikenal dengan Nyepi Siaran.

Nyepi siaran menjadi sangat unik dan sejalan dengan pelaksanaan Nyepi yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali.

Ketika seluruh operasional siaran dari lembaga penyiaran dimatikan maka secara otomatis mengurangi penggunaan listrik yang juga berarti melakukan amati geni.

Dengan tidak mempekerjakan karyawan saat Nyepi memiliki makna yang sama dengan melakukan amati karya.

Dengan tidak mempekerjakan karyawan berarti lembaga penyiaran memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengistrirahatkan badan dan tidak melakukan kegiatan bepergian, sehingga sejalan dengan amati lelanguan.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help