Nyepi Tahun Saka 1940, Pertemuan Kekuatan Maha Suci Antara Brahma Dan Saraswati

Dalam ajaran agama Hindu, kita diajarkan melihat sesuatu dari dua hal, yakni fenomena dan metafisik

Nyepi Tahun Saka 1940, Pertemuan Kekuatan Maha Suci Antara Brahma Dan Saraswati
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana langit Denpasar saat Nyepi malam hari, Rabu (9/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM - Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1940 bersamaan dengan Hari Saraswati.

Dalam hal ini, umat sering bingung apa yang harus dilakukan.

Sebab di satu sisi harus melakukan ritual pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Dewi Saraswati, di sisi lain harus tidak melakukan aktivitas apapun.

Menyikapi hal ini, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sudah mengeluarkan imbauan, bahwa pelaksanaan Nyepi dimulai pukul 06.00 Wita.

Sementara Saraswati bisa dilakukan sebelum jam tersebut.

Lalu, bagaimana dengan instansi pendidikan? Untuk kegiatan, cukup di rumah saja, tidak usah ke sekolah.

Karena bagaimana pun, Tuhan akan hadir di mana pun kita memuja-Nya.

Tapi kalau bisa, supaya tidak sama sekali tak ada upacara untuk Dewi Saraswati di sekolah, guru-guru yang rumahnya dekat sekolah saja yang melakukannya.

Karena bagaimana pun, di sekolah tidak boleh tanpa upacara.

Terkait pertemuan Nyepi dengan Saraswati ini, apakah hal ini mengerdilkan makna Hari Suci Saraswati, tentunya tidak.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved