Perhatikan! 4 Petunjuk Pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh dari Wakapolresta Denpasar

Wakapolresta Denpasar dalam konferensi pers Operasi Sikat Agung (13/3/2018) menginstruksikan beberapa petunjuk

Perhatikan! 4 Petunjuk Pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh dari Wakapolresta Denpasar
Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Ogoh-ogoh dari Banjar Tanjung Bungkak Kelod sebagai penampil terakhir di Parade Ogoh-ogoh Desa Tanjung Bungkak di Bunderan Renon, Denpasar, Bali, Selasa (8/3) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakapolresta Denpasar, I Nyoman Artana dalam konferensi pers Operasi Sikat Agung (13/3/2018) menginstruksikan beberapa petunjuk pelaksanaan pawai Ogoh-ogoh kepada masyarakat.

Tercatat ada empat instruksi. 

I Nyoman Artana mengatakan, pertama dalam mengiringi pawai ogoh-ogoh dilakukan di wilayahnya masing-masing.

Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan benturan fisik di lapangan. 

Kedua, tidak menggunakan musik di luar musik gamelan.

Misalnya musik-musik keras yang bisa menyulut emosi adik-adik pengusung ogoh-ogoh. 

"Kemudian tidak meminum minuman keras sebelum mengusung ogoh-ogoh itu. Karena bisa menimbulkan ketersinggungan, kesalahpahaman yang akhirnya merusak nuansa pawai," ungkapnya dalam instruksi ke-tiga. 

Selanjutnya, tidak membuang ogoh-ogoh di sembarang tempat.

"Jika sudah selesai pawai, ogoh-ogohnya dibawa ke masing-masing wilayah kemudian bisa dibakar di sana. Apalagi keesokan harinya kita melaksanakan ibadah Nyepi yang membutuhkan suasana tenang dan nyaman," kata dia. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help