Serba Serbi

Tugun Karang Penjaga Rumah dari Energi Negatif

Dari sekian banyaknya pelinggih yang ada di rumah, memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Tugun Karang Penjaga Rumah dari Energi Negatif
Tribun Bali/I Kadek Supriadi
Ilustrasi Tugun Karang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Hindu di Bali mempercayai Dugul atau Pelinggih (tugu) sebagai tempat berstananya dewa dewi.

Dari sekian banyaknya pelinggih yang ada di rumah, memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Seperti halnya Tugu Karang atau Tugun Karang.

Umat Hindu Bali mempercayainya sebagai pelindung penghuni rumah dari alam niskala.

Tugun Karang yang disebut Tugun Pengijeng Karang terdiri dari tiga kata yaitu tugun berati tempat, pengijeng berarti penjaga, dan karang berati rumah.

Tugun Pengijeng Karang adalah penjaga yang sangat sakti.

Mampu menghalau jin, gamang, arwah jahat dan orang yang hendak berbuat jahat pada penghuni rumah.

Tugun Pengijeng Karang merupakan tempat bestananya dewa Batra Kala yang bermanisfestasi menjadi Sedana Karang yang bertugas sebagai pecalang.

Menurut Seorang Dosen Ilmu Filsafat dan Teologi di IHDN Denpasar, Jero Mangku Made Pasek Subawa, "Tugun Pengijeng Karang merupakan pelinggih yang penting dalam sebuah rumah, karena dapat menghalau segala energi negatif yang memasuki rumah."

Semisal jika ada orang dari luar rumah hendak menyakiti dengan ilmu hitamnya, akan sangat susah memasuki rumah.

Oorang yang berniat jahat tersebut menjadi bingung dan linglung ketika ingin memasuki rumah.

Karena Tugun Pengijeng Karang yang menghalu orang tersebut untuk memasuki rumah.

Letak Tugun Karang biasanya berdekatan dengan pintu masuk rumah.

Menurut Jero Mangku, pembangunan Tugun Karang tak bisa seenaknya, harus menggunakan perhitungan Asta Kosala Kosali, dengan perhitungan jengkal kaki atau telapak tangan.(*)

Penulis: I Kadek Supriadi
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help