Begini Imbauan Otoritas Bandara Ngurah Rai Terhadap Para Penumpang Saat Malam Pengerupukan 

Pada prinsipnya kami tidak mempunyai layanan khusus terhadap mereka yang tertahan di Bandara

Begini Imbauan Otoritas Bandara Ngurah Rai Terhadap Para Penumpang Saat Malam Pengerupukan 
net
Bandara Ngurah Rai 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pada masyarakat baik wisatawan mancanegara maupun domestik untuk memperhatikan jadwal penerbangannya sebelum Nyepi ataupun mengantisipasi setelah Nyepi.

"Pada prinsipnya pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya memang terdapat beberapa wisatawan yang ketinggalan pesawat akibat terlalu asik menonton ogoh-ogoh di malam pengerupukan. Dan akhirnya tertahan di Bandara Ngurah Rai," ungkap Communication Communication & Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Rabu (14/3/2018) sore.

Pada prinsipnya kami tidak mempunyai layanan khusus terhadap mereka yang tertahan di Bandara tetapi kami juga tidak membiarkan secara langsung, pengamanan tetap dilakukan dari Avsec dan Pecalang setempat menjaga areal Bandara.

"Kami berusaha melakukan pelayanan yang setidaknya untuk tempat istirahat bagi mereka yang tertahan di Bandara akibat ketinggalan pesawat saat malam itu. Kita aktifkan daypack area seperti saat bencana Gunung Agung lalu," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup atau tidak beroperasi terhitung mulai tanggal 17 Maret 2018 pukul 06.00 Wita hingga 18 Maret 2018 pukul 06.00 WITA.

Berdasarkan data yang dihimpun sedikitnya 482 penerbangan tidak beroperasi pada saat Nyepi. 244 penerbangan domestik dan 238 internasional. Rute terbanyak tujuan Cengkareng, Kuala Lumpur, Singapura, Perth dan Surabaya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help