Begini Penentuan Tahun Saka di Bali

Menurut IBG Agastia, sistem kalender Saka Bali merupakan penggabungan tiga sistem kalender yaitu sistem tahun Surya, tahun Candra, dan tahun Wuku

Begini Penentuan Tahun Saka di Bali
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
Krama Desa Adat Peguyangan Melaksanakan Melasti di pantai Padang Galak, Denpasar, Bali, Jumat (24/3/2017) pagi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Menurut IBG Agastia, sistem kalender Saka Bali merupakan penggabungan tiga sistem kalender yaitu sistem tahun Surya, tahun Candra, dan tahun Wuku.

Sebagaimana yang ditulisnya dalam buku Siwa Smereti, dikatakan "sistem tahun Surya berpedoman pada jangka waktu peredaran bumi mengitari matahari, yang disebut satu tahun, dan disebut satu tahun Surya.

Umurnya adalah 365.22 hari atau tepatnya 365 hari, 5 jam, 48 menit, 46 detik."

Lebih lanjut dikatakan, tahun Candra berpedoman pada lamanya bulan mengelilingi bumi yang disebut satu bulan.

Umur satu bulan 29.5 hari tepatnya 29 hari, 12 jam, 44 menit, 3 detik.

Sehingga satu tahunnya adalah 354 hari, 8 jam, 45 menit, 36 detik yang disebut tahun Candra.

"Tahun Wuku, dalam satu lingkarannya berjumlah 210 hari," tulis Ida.

Sehingga menurut Ida, penetapatan tahun baru Saka sangat memperhatikan posisi bumi, bulan, dan matahari, melihat posisi matahari dan bulan dari bumi.

"Makna yang dikandung dari penentuan sistem ini adalah bahwa umat Hindu sangat memperhatikan benda-benda bersinar di langit, dengan senantiasa mengembangkan wawasan kesemestaan, kesejagatan (Brahmanda). (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved