Nyepi Menjadi Ajang ‘Jualan’ Hotel di Bali, Yuniartha : ‘Kalau Menganggu Pecalang Bisa Tangkap’

Kepala lingkungan atau kelian banjar di masing-masing wilayah wajib mengontrol semua kegiatan hotel-hotel tersebut.

Nyepi Menjadi Ajang ‘Jualan’ Hotel di Bali, Yuniartha : ‘Kalau Menganggu Pecalang Bisa Tangkap’
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pecalang Desa Adat Kuta saat berpatroli di Jalan Raya Kuta, Badung, Bali, Rabu (9/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM - PELAKSANAAN Hari Raya Nyepi juga menjadi "jualan" hotel-hotel di Bali.

Mereka menyiapkan paket Nyepi.

Sayangnya, selama ini paket Nyepi yang dijual lebih mengarah ke acara hiburan.

Padahal hotel bisa menjual sisi keunikan dari Nyepi di Bali.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Yuniartha Putra.

"Jadi manajemen hotel pintar-pintar menjual Nyepi tidak harus dengan pesta, hotel bisa menjual sepinya itu. Bagaimana merasakan sepi saat berada di Bali dan menikmati suasana tersebut," ujar Yuniartha usai menghadiri pelantikan Wakil Ketua DPRD Bali di Renon, Selasa (14/3/2018).

Nyepi tidak ada di tempat lain selain di Bali.

Tentunya keunikan ini merupakan sebuah daya tarik bagi para wisatawan yang ingin merasakannya, dan mereka harus menghormati masyarakat Bali dalam merayakan Nyepi ini.

Yuniarta pun menegaskan, hotel-hotel yang menjual paket Nyepi kepada wisatawan diperbolehkan asal tidak mengganggu masyarakat Bali yang sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Ia pun meminta hotel-hotel yang menyediakan paket Nyepi agar tidak membuat keramaian atau menggelar hiburan yang dapat mengganggu masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help