Saat Nyepi Frekuensi Radio Bali Mati Total, Namun Ini Yang Sulit Ditertibkan Dari Daerah Tetangga

Tidak ada siaran televisi dan radio pada Hari Raya Nyepi, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Saat Nyepi Frekuensi Radio Bali Mati Total, Namun Ini Yang Sulit Ditertibkan Dari Daerah Tetangga
Tribun Bali/Eviera Paramita Sandi
Nyepi - Suasana Pantai Kuta menjadi lenggang saat Hari Nyepi. 

TRIBUN-BALI.COM - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Penyiaran mengeluarkan Surat Edaran Nomor 369 Tahun 2018 tentang Imbauan Tidak Bersiaran (Off Air) Pada Hari Raya Nyepi Tahun 2018 di Wilayah Provinsi Bali

Artinya, tidak ada siaran televisi dan radio pada Hari Raya Nyepi, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Made Sunarsa, mengungkapkan pihaknya pun telah mengimbau kepada seluruh stasiun televisi dan radio untuk tidak melakukan siaran pada 17 Maret pukul 06.00 Wita sampai 18 Maret pukul 06.00 Wita.

Sunarsa mengatakan, secara teknis tidak ada kendala berarti mengenai penghentian siaran saat Nyepi.

Pihaknya hanya masih menemukan sedikit masalah untuk radio, yakni adanya luberan frekuensi dari daerah tetangga di Bali.

“Dari NTB dan Banyuwangi ada beberapa radio yang memang ada luberan pada saat frekuensi di Bali mati total,” kata Sunarsa saat ditemui Tribun Bali di kantornya di Denpasar, Rabu (14/3/2018).

Sunarsa menjelaskan pada Hari Raya Nyepi di Bali, frekuensi radio memang off, namun frekuensi radio dari daerah tetangga Bali bisa masuk tanpa sengaja. Hal ini merupakan bagian dari luberan frekuensi.

Untuk itu, ia mengharapkan stasiun-stasiun radio tersebut mengurangi pancaran frekuensinya.

“Solusinya adalah mengurangi frekuensi dan kekuatan modulasi radio-radio yang diidentifikasi meluber ke Bali saat Nyepi,” ujarnya.

Atas permasalahan tersebut, KPID Bali telah berkoordinasi ke Kementerian Kominfo dan KPI pusat untuk bisa menertibkan luberan frekuensi tersebut.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help