Harmoni Nyepi di Bali Yang Nyaris Tanpa Suara Dan Gerak

Bila malam tiba, Bali menjadi hitam.Gelap gulita. Nyaris tidak ada sinar lampu setitik pun

Harmoni Nyepi di Bali Yang Nyaris Tanpa Suara Dan Gerak
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Suasana di kawasan lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM – Pada Hari Raya Nyepi Sabtu, 17 Maret, selama 24 jam penuh, umat Hindu hidup dalam diam, hening, dan gelap.

Ada kegiatan apa di balik itu?

Kalau sempat berkunjung ke salah satu kota di Bali pada hari Raya Nyepi itu, Anda akan merasakan suasana yang lain dari biasa.

Jalanan kosong dan sepi. Gonggong anjing menjadi nyaring meski di siang bolong.

Udara segar nyaris tanpa asap yang biasa menyembur dari knalpot kendaraan bermotor.

Warung-warung, kedai-kedai, toko-toko, pasar swalayan, menutup pintunya rapat-rapat.

Bila malam tiba, Bali menjadi hitam.

Gelap gulita. Nyaris tidak ada sinar lampu setitik pun.

Seluruh pintu gerbang masuk ke pulau ditutup sejak tengah malam sebelumnya.

Pulau yang biasa dipadati manusia dari berbagai bangsa itu seperti pulau mati tak berpenghuni. Suasana magis terasa semakin pekat.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved