Sebanyak Tiga Kali Gadis SMP Ini Diperkosa Ayah Angkatnya, Polresta Denpasar Kejar Pelaku

Seorang gadis belia diperkosa ayah tirinya. KS (13), warga Denpasar diperkosa ayah tirinya, MS (65), hingga tiga kali.

Sebanyak Tiga Kali Gadis SMP Ini Diperkosa Ayah Angkatnya, Polresta Denpasar Kejar Pelaku
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang gadis belia diperkosa ayah tirinya. KS (13), warga Denpasar diperkosa ayah tirinya, MS (65), hingga tiga kali.

Akhirnya kejadian ini dilaporkan ke unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Satreskrim Polresta Denpasar.

Informasi yang dihimpun, laporan polisi (LP) yang masuk ke Polresta Denpasar pada Minggu (18/3) kemarin. Pelaku hingga kini belum ditangkap.

Kasus ini dilaporkan usai korban tidak betah dnegan kelakuan bejat ayah angkatnya, yang sudah tiga kali melakukan aksi bejatnya. Korban tidak dapat melawan, karena di bawah ancaman.

"Sudah tiga kali kejadian. Korban tidak melapor karena takut ayahnya. Tapi itu Ayah angkat. Bukan ayah kandungnya," ucap petugas kepolisian di Polresta Denpasar, kemarin.

Korban pun curhat ke temannya, NS yang ditelfon oleh korban dan menceritakan kejadian yang menimpanya.

Tak pelak, saksi NS pun menceritakan kejadian itu ke orangtua korban. Akhirnya, orangtua korban meminta NS mendampingi anaknya untuk melapor ke Polresta Denpasar.

Tak hanya melapor, korban pun diantar saksi untuk melakukan VER (Visum Et Revertum).
"Untuk Visum sudah dilakukan oleh korban," jelasnya.

Korban diperkosa oleh terlapor, pada dua malam sekitar 13 dan 14 Maret lalu. Perkosaan itu, sekurang lebih terjadi sekitar pukul 21.00 Wita. Dan dalam waktu dua hari itu, tiga kali korban digagahi oleh terlapor.

"Kejadiannya sewaktu terlapor pulang dari kerja. Ayah angkatnya itu tidur seranjang dengan korban," bebernya.

Kerapnya, korban awalnya mengalami pelecehan berupa cumbuan dan gerayangan oleh terlapor.

Kemudian, saat korban terbangun Ayah angkatnya itu sudah berada di atasnya. Tentu saja, KS mengalami luka dan perih karena di kemaluannya karena kelakuan ayahnya.

"Intinya korban ini sudah tidak kuat. Pengakuannya mengalami sakit luar biasa. Selain juga sakit batinnya. Sekarang masih didalami dan sepertinya sedang diburu," ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Artha Ariyawan menyatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman. Untuk laporan sudah diterima. Pihaknya masih mendalami keterangan dalam laporan korban.

"Ya benar ada laporan tersebut," jelasnya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help