Ide Bisnis Foto Prewedding dengan Konsep Tahun 1928-1930, Gung Ama Pakai Kekuatan Rasa

Sejak memutuskan ingin membuat karya fotografi book, Gung Ama mencoba menerapkan idenya itu melalui usaha prewedding.

Ide Bisnis Foto Prewedding dengan Konsep Tahun 1928-1930, Gung Ama Pakai Kekuatan Rasa
Gama Foto
Proes pengambilan gambar. Tampak behind the scene pengambilan foto prawedding dengan konsep suasana Bali 1930-an 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak memutuskan ingin membuat karya fotografi book, Gung Ama mencoba menerapkan idenya itu melalui usaha prewedding.

Dan hasilnya kini banyak yang tertarik dari ide elegan itu.

Baca: Gung Ama Tampilkan Fashion Bali Tahun 1930-an Lewat Fotografi, Kesederhanaan yang Elegan

"Awalnya nih, ada teman yang mau menikah dan saya coba aplikasikan ke dia konsep ini. Eh ternyata menarik dan laku." ujarnya haru.

Ia pun menceritakan banyak kisah unik dari klien yang dialaminya

Misalnya saat mendirect klien.

"Setiap orangkan punya aura yang berbeda. Jadi awal rasanya itu biasa tetiba kok bisa saja dipakaikan pakaian ini tetiba tampak pas, cocok, berwibawa, seperti patih. Poinnya sebenarnya pada saat saya memakaikan udeng (ikat kepala), saat memakaikan itu rasanya seperti semesta memberkati dan klienpun bisa memerankan sesuai dengan karakter yang saya mau," tuturnya merasa tidak percaya.

Jadi lanjutnya, setiap orang punya udeng yang berbeda.

Mereka sebenarnya bisa memerankan diri mereka sendiri tetapi tidak bisa mengatakan.

Nah disitulah peran tim.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved