Dharma Wacana

Umat Masuki Era Eliminasi Sosial

Bahkan yang terbaru, ada orang yang minta tolong karena dikeroyok pemabuk, orang-orang justru membiarkannya begitu saja.

Umat Masuki Era Eliminasi Sosial
TRIBUN BALI
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

TRIBUN-BALI.COM - Saat ini kita sering menyaksikan fenomena orang-orang yang acuh terhadap masalah orang lain.

Seperti, orang yang kecelakaan lalu lintas, dibiarkan tergeletak di jalan atau dijadikan komoditi media sosial.

Bahkan yang terbaru, ada orang yang minta tolong karena dikeroyok pemabuk, orang-orang justru membiarkannya begitu saja.

Apa sesungguhnya yang membuat ‘Tat Twan Asi’ tidak beraku lagi di Bali, kita harus kembali ke situasi zaman. Sebenarnya zaman tidak salah, sebab zaman lahir dari pencitraan manusia.

Tapi perlu kita sadari, di era saat ini ada lima hal yang mengalami pergeseran. Mulai dari ethnoscape, yaitu pergeseran kebiasaan.

Orang Bali saat ini suka meniru kebiasaan ‘ke barat-baratan’ tanpa adanya penyesuaian akan potensi diri, akhirnya menjadi ‘kebarat-kebirit’ (puntang-panting mengikuti zaman).

Akhirnya terjadilah pergeseran di bidang financescape atau pergeseran modal.

Zaman dulu, orang sibuk mencari penghasilan untuk tujuan yang jelas.

Tetapi saat ini lebih ke tujuan pemenuhan keinginan, padahal seperti kita ketahui, keinginan tersebut tidak ada batasnya.

Mediascapes, karena kita lebih banyak dicitrakan oleh media sosial, sehingga banyak sekali orang yang memunculkan dirinya dalam hal yang tidak sebenarnya. Lebih banyak mengeskploitasi individu.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help