STD Bali Ajak Masyarakat Mengenal Budaya Lokal Bali Lewat Desain Kontemporer

Mahasiswa dan mahasiswi DKV dan DI STD Bali akan mengangkat konsep acara tradisi Bali dalam media desain kontemporer.

STD Bali Ajak Masyarakat Mengenal Budaya Lokal Bali Lewat Desain Kontemporer
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Galeri karya mahasiswa STD Bali jalan Tukad Batanghari, Denpasar, Kamis (29/3/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Desain Interior (DI) Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali meramaikan lomba acara Bapang Barong dan Mekendang Tunggal bertempat di Bentara Budaya Bali, Jalan Prof IB Mantra, Ketewel, Gianyar, Jumat (30/3/2018).

Mahasiswa dan mahasiswi DKV dan DI STD Bali akan mengangkat konsep acara tradisi Bali dalam media desain kontemporer.

Desain kontemporer adalah salah satu gaya desain interior yang saat ini paling banyak digunakan dan direkomendasikan oleh para desainer interior.

Konsep ini diambil untuk menerjemahkan dan nilai-nilai tradisi lokal Bali ke dalam desain maupun karya yang mereka pamerkan nantinya.

Karya-karya yang akan ditampilkan merupakan hasil dari mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali.

Kepala Bagian kerjasama STD Bali, Made Vairagya Yogantari, S.Sn., MFA saat ditumui tribun-bali.com, Kamis (29/3/2018) menjelaskan karya-karya yang akan ditampilkan seperti desain interior.

"Yang unik dari pameran kali ini adalah instalasi dari pameran, dimana STD Bali merespon ruangan yang ada sehingga para audiens dapat menikmati karya dari berbagai sisi," katanya.

DKV dan Desain Interior STD Bali nantinya akan menampilkan sekitar 25 karya dalam acara Bapang Barong.

Karya yang ditampilkan adalah karya tugas akhir terbaik dari mahasiswa STD Bali.

Lanjutnya, STD Bali mengajak masyarakat untuk mengenal budaya lokal Bali.

"Kedepannya biar publik tau sebenarnya mahasiswa di STD Bali itu mengangkat tema lokal demi melestarikan budaya lokal Bali dan memadukan lokal genius itu dengan teknologi," tambahnya.

Mahasiswa STD Bali tidak hanya menunjukan skill saja, namun mereka dituntut untuk bisa mengembangkan perpaduan antara budaya Bali dan teknologi. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved