Serba Serbi

4 Macam Ramuan Mujarab Tradisional Bali Untuk Hilangkan Racun Sampai Pelet Jaran Goyang

Bahan-bahannya sudah tersedia di lingkungan. Terutama untuk beberapa penyakit niskala yang tidak dapat dideteksi langsung oleh dokter.

4 Macam Ramuan Mujarab Tradisional Bali Untuk Hilangkan Racun Sampai Pelet Jaran Goyang
Kolase Tribun Bali
Ilustrasi pelet Jaran Goyang 

Dalam buku Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada Pengobatan Tradisional Bali, yang disusun oleh I Ketut Suwidja, halaman 79 dikatakan ciri-ciri orang terkena cetik kerikan gangsa yaitu sakit kuning pada mata, bulu-bulu melengkung, dan lama kelamaan menjadi batuk darah.

Adapun obat yang digunakan yaitu putih telur matang karena direbus, rumput lepas, temutis (Curcuma Purpurancens Bl. Zingiberaceae), jeruk, yang dijadikan loloh lalu diminum.

Selain itu, dalam buku Jejak Bhairawa di Pulau Bali karangan Jiwa Atmaja pada halaman 80 dituliskan, cetik kerikan gangsa yang dicampur dengan tabu (waluh) memiliki gejala tenaga penderita sangat lemah atau disebut dengan sakit anglayung.

"Bahan-bahan obatnya adalah kunir yang tua, kapur bubuk, ditumbuk, diperas, dan disaring halus lalu diminun," tulis Jiwa Atmaja dalam bukunya.

Selain obat minum, dilengkapi juga dengan obat sembur (simbuh) dengan bahan-bahan ketela, gamongan, dan garam.

4. Terkena Cetik Crongcong Polo

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

 Cetik crongcong polo merupakan cetik yang paling berbahaya karena menyerang otak.

Cetik ini dianggap paling menakutkan dan mematikan oleh sebagian masyarakat.

Akan tetapi menurut beberapa sumber yang dihimpun tribun-bali.com, cetik jenis ini bisa diobati.

Dalam buku Leak Ngamah Leak karya Mangku Alit Pekandelan atau I Wayan Yendra obatnya yaitu, ditutuh dengan bahan campuran kakul kraca, welirang bang dan madu klupa serta air jeruk.

Sementara dalam buku Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usdha Pengobatan Tradisional Bali yang disusun oleh I Ketut Suwidja dituliskan bahwa obatnya siput kakaraci, madu klupa, air jeruk, belerang merah, lalu ditutuh pada bagian hidung.

Pengobatan ini juga dijelaskan dalam buku Jejak Bhairawa di Pulau Bali karya Jiwa Atmaja.

Berdasarkan lontar Usadha Cetik yang ia kutip, sarana penyembuhannya yaitu keong kraca, madu klupa (madu kental seperti menyan), air jeruk, belerang merah.

Sarana ini digunakan untuk metutuh atau diteteskan pada hidung.

"Dalam bait ke-139, barulah dijelaskan bahwa bahan-bahan berupa air basuhan belerang merah dimasak atau dikukus, ditambah dengan keong kraca, madu, air jeruk, minyak kelapa, lalu diteteskan pada hidung. Pada pelipis penderita lalu ditempelkan pada daun kelor dicampur dengan minyak ular," tulis Jiwa Atmaja.

Akan tetapi tidak dijelaskan apakah daun kelor tersebut diulek dan dicampur minyak ular baru ditempelkan di pelipis atau ditempelkan begitu saja di pelipis. (Putu Supartika)

Penulis: Eviera Paramita Sandi
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help