Bernostalgia Rasa dengan Masakan Kakul

Untuk mengobati kerinduan olahan kakul, I Nyoman Suarna bersama keluarga dan keponakannya membuka rumah makan bertema kakul

Bernostalgia Rasa dengan Masakan Kakul
Istimewa
Oemah Kakul 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kakul (keong sawah) bukan lagi bahan makanan yang asing bagi masyarakat Bali.

Hewan lunak bercangkang ini dengan mudah ditemui di area sawah terutama musim hujan.

Hidangan ini boleh dikata makanan nenek moyang.

Dulu ketika sebagian besar nenek moyang masih sebagai petani sawah kakul kerap ditangkap untuk dijadikan lauk.

Kakul ini kemudian dimasak bersama bumbu sederhana, hanya taburan garam.

Ada juga yang memasaknya secara spesial, dengan mengandalkan cita rasa dari bumbu rajang khas Bali.

Makanan ini kemudian dihidangkan untuk keluarga bersama sebakul nasi hangat yang baru selesai ditanak.

Wah, terbayang sudah mantapnya!

Hingga kini olahan kakul pun masih eksis.

Hanya saja, tidak begitu banyak rumah makan atau restoran yang menyajikan hidangan kakul.

Halaman
1234
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help