Duka Mendalam Selimuti Keluarga Ida Pedanda Lebar, Murdani: Kami Tidak Punya Firasat Buruk

Suasana duka mendalam tampak menyelimuti Geria Taman Sari Megati di Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin,

Duka Mendalam Selimuti Keluarga Ida Pedanda Lebar, Murdani: Kami Tidak Punya Firasat Buruk
Istimewa
Ida Pedanda Gede Oka Sidanta 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Suasana duka mendalam tampak menyelimuti Geria Taman Sari Megati di Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Sabtu (7/4) malam.

Para keluarga, kerabat, maupun sisya (pengikut, red) yang berasal dari krama desa setempat sangat terpukul atas kepergian Ida Pedanda Gede Oka Sidanta.

Putri kedua Ida Pedanda, Ida Ayu Kade Murdani (38), menceritakan almarhum ayahnya didiksa menjadi Ida Pedanda bersama sang istri oleh Ida Pedanda dari Geria Gede Sibang, Kabupaten Badung, pada tahun 2002 lalu.

Ida Pedanda memiliki nama walaka Ida Bagus Gede Nuarda.

Sebelum madiksa, Ida Pedanda Gede Oka Sidanta ini dulunya sempat berprofesi sebagai pekerja serabutan.

Beliau sejatinya berasal dari Geria Megati di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, namun akhirnya malinggih di Geria Taman Sari Megati.

Seperti hari-hari biasanya, Ida Pedanda bangun pagi sekitar pukul 05.00 Wita dan kemudian melangsungkan ritual Nyurya Suwana atau mendoakan alam semesta.

Bersama sopir dan pangiring-nya, Ida Pedanda diketahui berangkat muput ritual Nuhur Taru di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, sekitar pukul 08.00 Wita.

Namun usai muput, ternyata musibah menimpa Ida Pedanda yang merupakan tokoh agama dan masyarakat di Jembrana ini.

Ida Pedanda berusia 60 tahun ini tertimpa pohon Pule yang ditebang untuk tapel barong.

Halaman
1234
Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved