Pertemuan HPI dan Pihak Imigrasi Tergait Guide WNA Ilegal, Ini Harapannya

Pertemuan di Kantor Imigrasi kelas 1 Ngurah Rai hari ini adalah untuk menyamakan persepsi tentang kejadian tanggal 5 April lalu.

Pertemuan HPI dan Pihak Imigrasi Tergait Guide WNA Ilegal, Ini Harapannya
Tribun Bali/Rino Gale
I Nyoman Nuarta selaku Ketua HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Bali berbicara terkait masalah guide WNA ilegal di Kantor Imigrasi Kelas 1 Ngurah Rai Senin (9/4/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Rapat pertemuan HPI dan pihak Imigrasi tergait guide WNA Ilegal berlangsung di Kantor Imigrasi Kelas 1 Ngurah Rai, Senin (9/4/2018)

Pertemuan di Kantor Imigrasi kelas 1 Ngurah Rai hari ini adalah untuk menyamakan persepsi tentang kejadian tanggal 5 April lalu.

I Nyoman Nuarta selaku Ketua HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Bali menjelaskan, terkait guide WNA Mr Haw sudah diserahkan ke pihak imigrasi untuk menyelesaikan masalah ini.

"Pihak imigrasi kita dorong untuk menyelesaikan secara proyudisia, tidak dalam konteks WNA ini dideportasi saja, namun ada kasus pidana lagi yang harus mereka selesaikan," jelasnya.

Lanjutnya, dengan adanya tujuan HPI mendorong pihak imigrasi agar kasus pidana terkait WNA ilegal yang bisa bekerja, dapat diselesaikan juga.

Ada juga perkataan dari pihak guide WNA ilegal ini mengatakan, "saya sudah punya uang banyak, kalian mau apa".

"Harus diselesaikan, agar ada efek jera, kalau tidak, takutnya akan ada dampak berkelanjutan masalah seperti ini, seakan tutur hukum kita sudah bisa dibayar," katanya.

Pihak dari Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) ikut serta dalam pertemuan tersebut dan ikut mendorong menindaklanjuti permasalahan ini.

Lanjutnya, pihak HPI bertujuan juga untuk mengembalikan image imigrasi di mata publik agar lebih baik.

"Biasanya laporan yang kita berikan terkadang eksekusinya terlambat," katanya.

Oleh karena itu dari pihak imigrasi tersebut mengajak pihak HPI untuk menjadi bagian satgas pengamanan WNA kedepan. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved