Citra Pariwisata Bali Bisa Pudar, HPI Beberkan 300 Guide Lokal Bergerak Secara Ilegal

impunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali menyebutkan ada sekitar 300 guide yang belum berlisensi.

Citra Pariwisata Bali Bisa Pudar, HPI Beberkan 300 Guide Lokal Bergerak Secara Ilegal
Tribun Bali/Rino Gale
(Ilustrasi) I Nyoman Nuarta selaku Ketua HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Bali berbicara terkait masalah guide WNA ilegal di Kantor Imigrasi Kelas 1 Ngurah Rai Senin (9/4/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali menyebutkan ada sekitar 300 guide yang belum berlisensi.

Para guide lokal ini bergerak secara ilegal. Pun terkait adanya kasus pemukulan beberapa waktu lalu, pelaku ini juga diduga guide ilegal.

Ketua HPI Bali Nyoman Nuarta, menyebutkan ada 300 guide yang belum berlisensi.

“Kami menyayangkan kasus kemarin, dan sangat tidak baik bagi citra pariwisata Bali,” katanya, Selasa (10/4).

HPI bersama stakeholder pariwisata dan pemerintah telah mengajak agar dibentuk Satgas untuk mengawasi guide ilegal.

“Embrio ini sudah kami sampaikan kepada pihak imigrasi dan pemerintah, khususnya Kadisparda Provinsi Bali. Embrio pembicaraan itu akan dikonkritkan, dan kami terus mendorong pemerintah agar ada hitam di atas putih. Sehingga efektivitas low inforcement di lapangan bisa jalan. Sekarang kan pengawasan parsial, kalau tidak ada sinergi tentu akan susah,” tegasnya.

Agar efektivitas sweeping berjalan, diperlukan sinergi antara stakeholder pariwisata dan instansi terkait seperti Satpol PP, Imigrasi dan sebagainya.

“Jadi sebenarnya antara Asita dan HPI termasuk guide itu, tidak bisa dipisahkan termasuk untuk sweeping ini,” katanya. Sehingga bisa dibedakan dengan jelas, antara travel agent dan guide bodong atau tidak.

Hal ini pun masih dalam diskusi lebih lanjut dengan pihak terkait. Ia berharap cepat terealisasi, mengingat wisman semakin banyak ke Bali.

Salah satunya wisman China, yang belakangan menduduki posisi pertama menggantikan wisman Australia.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved