TribunBali/
Home »

Bali

Tak Melulu Hal yang Sakral, Lontar Gita Kewarasan Membahas Pengetahuan Jaman Now, Ini Isinya

Lontar tidak melulu membahas tentang kesaktian, aji pangeleakan atau, hal-hal yang sakral.

Tak Melulu Hal yang Sakral, Lontar Gita Kewarasan Membahas Pengetahuan Jaman Now, Ini Isinya
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sejumlah lontar yang dipamerkan untuk umum di Hatten Wines Sanur, Kamis (4/8/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-  Jika mendengar kata lontar, maka sebagian orang akan membayangkan itu adalah hal yang sakral, tenget, tidak boleh dibaca sembarangan, berbahaya, aja wera, memuat hal-hal gaib atau mistis, sulit dipahami, bahasanya tinggi.

Tidak semua lontar seperti itu.

Lontar tidak melulu membahas tentang kesaktian, aji pangeleakan atau, hal-hal yang sakral.

Akan tetapi, ada juga lontar yang membahas pengetahuan zaman now.

Salah satunya yaitu lontar Gita Kewarasan atau Nyanyian Kesehatan.

Menurut Staf Pusat Kajian Lontar Unud, Putu Eka Guna Yasa, Gita Kawarasan ini berupa geguritan dengan menggunakan pupuh-pupuh dan salah satunya adalah pupuh durma.

"Lontar ini ditulis oleh seorang dokter yaitu Ida Bagus Rai dari Gria Mangasrambi, Ubud. Umur lontar ini sangat muda tahun 1970-an lah. Jadi ia merupakan dokter yang juga bendahara kata karena diikat pada lingsa dan harus menggunakan pilihan kata yang tepat," kata Guna.

Dalam penyampaiannya, lontar ini disampaikan dalam bentuk dialog tujuannya agar lebih sederhana seperti pada teks tatwa melalui dialog guru dengan siswa atau orang tua dengan anak, dimana hal tersebut dinamakan metode upadesa. 

Bahkan bahasanya menggunakan bahasa Bali dalam percakapan sehari-hari yang mudah dipahami.

Lontar ini berbicara mengenai masalah kesehatan, dan menggunakan istilah-istilah moderen.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help