Kasus Dugaan Pemerkosaan Gadis 14 Tahun di Buleleng Jalan di Tempat

Kondisi ISU yang belum dapat dimintai keterangnnya oleh polisi disebut-sebut sebagai penyebabnya.

Kasus Dugaan Pemerkosaan Gadis 14 Tahun di Buleleng Jalan di Tempat
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban perkosaan. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hampir sebulan kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa ISU (14) berada di meja penyidik Polres Buleleng, Bali.

Sampai saat ini kasus tersebut belum ada kejelasan alias jalan di tempat.

Kondisi ISU yang belum dapat dimintai keterangnnya oleh polisi disebut-sebut sebagai penyebabnya.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengaku sangat ingin mengungkap dugaan asusila tersebut.

Hal ini dibuktikan lewat koordinasi dengan jaksa penuntut umum.

Namun jaksa, kata AKBP Suratno, menolak jika Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diberikan hanya di bawah sumpah dan berasal dari keterangan orang yang tidak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

"Kondisi korban yang masih trauma menjadi kendala kami. Sebab saat melakukan pemeriksaan, pertanyaan pertama yang diberikan adalah memastikan yang bersangkutan (ISU) dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kalau yang bersangkutan bilang masih trauma kami tentu tidak bisa memaksakan," jelas AKBP Suratno, Kamis (12/4/2018).

Sementara terduga pelaku berinisial IKS (65), yang tidak lain adalah paman ISU, masih mengamankan diri di Mapolres Buleleng.

Tindakan mengamankan diri ini ditegaskan AKBP Suratno merupakan hal yang wajar dan tidak menjadi masalah.

Selama berada di markas polisi, IKS tidur di ruang tunggu.

"Mau dua tahun dia di sini (Polres Buleleng) ya tidak apa-apa. Namanya mengamankan diri ya suka-suka dia mau pulang atau balik lagi ke sini tidak apa-apa. Dia kan bukan tahanan kami," ujarnya.

Apakah ada pemantauan khusus saat IKS keluar dari Polres Buleleng?

"Kalau melarikan diri kami tidak takut. Malah kami takut kalau dia (IKS) melakukan tindakan bunuh diri. Kalau kabur kan tinggal nyari, orang dia sudah tua kok. Mau kemana sih larinya. Intinya Polres Buleleng berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini. Mau sampai 10 tahun juga tetap jalan," jawabnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help