PHDI Bali Belum Setuju Rencana Jawa Bali Crossing, PLN Beberkan Pentingnya Ini Bagi Bali

Menurutnya JBC bakal membawa listrik 2.600 MW dari Jawa ke Bali, sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang disahkan

PHDI Bali Belum Setuju Rencana Jawa Bali Crossing, PLN Beberkan Pentingnya Ini Bagi Bali
IS
Suasana penandatanganan antara PT PLN (Persero) dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI, terkait kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, di Nusa Dua, Bali, Kamis (12/4/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Hingga saat ini, PHDI Bali belum setuju rencana Jawa Bali Crossing (JBC) yang membawa pasokan listrik ke Pulau Dewata.

Namun PLN Distribusi Bali terus berupaya memediasi hal ini.

Pasalnya JBC merupakan program strategis nasional dan masuk di dalam rencana program 35.000 Mega Watt (MW).

General Manager (GM) PLN Distribusi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, menjelaskan pentingnya JBC ini bagi Bali.

Menurutnya JBC bakal membawa listrik 2.600 MW dari Jawa ke Bali, sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang disahkan Kementerian ESDM tahun 2017-2026.

Hal ini untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bali yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Selain itu, Suwarjoni menyebutkan dengan JBC ini sangat dimungkinkan harga listrik Bali ke depannya akan jauh lebih murah.

Namun hal ini terkendala adanya resistensi dari PHDI Bali.

PHDI Bali menolak dengan alasan melanggar kesucian pura karena tower akan dibangun di dekat Pura Segara Rupek, Jembrana.

Alasan lainnya, JBC bisa menghubungkan Pulau Bali dan Jawa, dan hal tersebut dipercaya akan berdampak buruk bagi masyarakat Bali.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved