Kecelakaan Beruntun di GWK

Picu Tabrakan Beruntun Hingga Telan Korban Tewas di GWK, Sopir Bus Maut Hingga Kini Masih Raib

Bus pertama kali menabrak sebuah sepeda motor. Karena jalan turunan, bus yang diduga remnya blong itu melaju sangat kencang.

Picu Tabrakan Beruntun Hingga Telan Korban Tewas di GWK, Sopir Bus Maut Hingga Kini Masih Raib
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Kondisi bus yang mengalami rem blong hingga memicu terjadinya tabrakan beruntun di Depan GWK, Uluwatu, Jumat (13/4/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Rahmawati Ismail menjelaskan kronologis tabrakan beruntun bermula ketika bus dengan plat nopol AB 2773 BA datang dari arah Uluwatu menuju arah Denpasar.

Bus pertama kali menabrak sebuah sepeda motor. Karena jalan turunan, bus yang diduga remnya blong itu melaju sangat kencang.

Enam mobil kemudian dihantam berturut-turut. Lalu, satu motor Supra X ikut terseret dan tergencet sesaat sebelum laju bus terhenti karena menabrak tiang listrik di depan Circle K.

Pemilik motor, Putu Budiartana (25) selamat karena dia melepas kendali motornya untuk meloncat dan menghindari tertabrak bus. Total ada enam mobil dan dua sepeda motor yang dihantam oleh bus tersebut.

"Jumlah korban meninggal yang ditemukan di TKP satu orang. Sedangkan yang masih di rumah sakit, kami masih kumpulkan datanya," ujar Kompol Rahmawati.

Kecelakaan beruntun di depan GWK, Uluwatu, Kuta Selatan, korban dievakuasi ke ambulans oleh warga, Jumat (13/4).
Kecelakaan beruntun di depan GWK, Uluwatu, Kuta Selatan, korban dievakuasi ke ambulans oleh warga, Jumat (13/4). (Tribun Bali/Widyartha Suryawan)

Kompol Rahmawati menambahkan, pihaknya belum memastikan jumlah orang yang berada di dalam bus.

Menurut informasi, para penumpang sudah didrop dengan bus yang lain. Sedangkan, hingga pukul 19.00 Wita supir bus masih belum diamankan.

Kompol Rahmawati tidak ingin menduga-duga keberadaan sang supir. Bisa saja, kata dia, supirnya mengamankan diri.

"Sopir masih kita cari, mungkin dia mengamankan diri. Kita masih menunggu, jangan dibilang kabur dulu," kata Kompol Rahmawati.

Dijelaskan, pihak perusahaan bus sudah datang untuk melakukan koordinasi dengan kepolisian.

Halaman
1234
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help