Kecelakaan Beruntun di GWK

Tabrakan Beruntun di Depan GWK, Polisi: Sopir Pikap Tewas Dihantam Bus Saat Turun Beli Minuman

Tabrakan beruntun yang terjadi di depan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Jumat (13/4/2018)

Tabrakan Beruntun di Depan GWK, Polisi: Sopir Pikap Tewas Dihantam Bus Saat Turun Beli Minuman
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Kecelakaan beruntun di depan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Jalan Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Jumat (13/4). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tabrakan beruntun yang terjadi di depan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Jumat (13/4/2018) siang tadi menewaskan satu supir pikap saat hendak membeli minuman dan berisitirahat.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polresta Denpasar, Rahmawati Ismail saat dihubungi Tribun-Bali membenarkan seorang tewas dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Bahkan dirinya dan belasan aparat masih siaga di TKP saat dihubungi pukul 17.30 wita tadi.

Rahmawati menceritakan kronologinya bahwa sang supir hendak beristirahat dan hendak beli minum.

"Ada Bus Pariwisata, dari arah Pala turun ke bawah depan GWK yang pertama menabrak motor. Dan menabrak enam mobil sekaligus. Motor totalnya ada dua. Sementara Supir pikap yang meninggal, itu ceritanya korban sudah singgah dan parkir, inginnya istirahat dan beli minuman. Nah, saat keluar dari mobil langsung ditabrak oleh bus pariwisata tadi." jelasnya.

Kata dia penyebab rem blong belum bisa dipastikan dan pihaknya sedang mengumpulkan keterangan.

"Kami masih mendata, dan masih selidiki. Sementara korban luka-luka tercatat baru satu namun memang saat ini kita lagi persiapkan data lengkapnya." ujar Rahmawati.

Sementara aparat yang berjaga-jaga dan menguraikan kemacetan lalulintas sudah banyak di sekitar lokasi kejadian.

"Ada sekitar 15 aparat yang berjaga-jaga. Memang tadi sempat macet, tetapi sekarang sudah terurai. Macetnya tidak parah karena sebagian dari Nurmala dan Simpang Jimbaran juga ada kita arahkan ke Puja Mandala." jelas dia.

Rahmawati berpesan agar pengendara lebih berhati-hati dan selalu mengecek kesiapan kendaraannya.

"Kendaraannya mohon selalu dicek apalagi kaitannya dengan membawa wisatawan. Mengingat Bali adalah wilayah wisata, utamakan untuk memeriksa kesiapannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan." terangnya. (*) 

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help