TribunBali/

Dilokasi Tabrakan Beruntun di Dekat GWK, Sudiana Kisahkan Kecelakaan 'Truk' Maut Tewaskan 5 Orang

Seorang pedagang di sekitar lokasi tabrakan beruntun, Sudiana mengungkapkan jalan tanjakan di depan GWK itu memang sering terjadi kecelakaan.

Dilokasi Tabrakan Beruntun di Dekat GWK, Sudiana Kisahkan Kecelakaan 'Truk' Maut Tewaskan 5 Orang
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Kecelakaan beruntun di depan GWK, Uluwatu, Kuta Selatan, korban dievakuasi ke ambulans oleh warga, Jumat (13/4). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seorang pedagang di sekitar lokasi tabrakan beruntun, Sudiana mengungkapkan jalan tanjakan di depan GWK itu memang sering terjadi kecelakaan.

Pernah, kata dia, kurang lebih sekitar lima tahun lalu sebuah truk juga mengalami rem blong. Akibatnya, truk meluncur bebas dan menghantam beberapa kendaraan lain.

Termasuk pula menghancurkan beberapa bangunan warung.

"Kalau tidak salah, waktu itu sekitar lima orang tewas akibat kecelakaan tersebut," kata Sudiana.

Pantauan Tribun Bali, kondisi lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Badung atau di depan GWK memang cukup padat.

Terutama pada siang dan sore hari. Jalan yang tidak terlalu lebar sering menyebabkan kemacetan panjang.

Ditambah lagi dengan banyaknya kendaraan berukuran besar yang melintas di daerah pariwisata ini.

Advertising & Promotion Sec. Head GWK, Lucky Martaguna mengatakan akibat kecelakaan maut Jumat (13/4) kemarin secara umum tidak berpengaruh pada kunjungan wisatawan di GWK.

Demikian pula cancel booking tidak ada. Lucky membenarkan bahwa di jalan menuju GWK cukup padat.

"Cuma, karena kecelakaan tersebut, banyak tamu-tamu kami yang terlambat dari jam reservasinya," ujar Lucky.

Kondisi bus yang mengalami rem blong hingga memicu terjadinya tabrakan beruntun di Depan GWK, Uluwatu, Jumat (13/4/2018).
Kondisi bus yang mengalami rem blong hingga memicu terjadinya tabrakan beruntun di Depan GWK, Uluwatu, Jumat (13/4/2018). (Tribun Bali/Widyartha Suryawan)

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Rahmawati Ismail mengatakan sopir bus yang diduga remnya blong itu belum berhasil diamankan.

Sejauh ini, pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi dan terus melakukan pengejaran.

Demikian pula pihak perusahaan bus yang juga sudah diajak berkomunikasi terkait identitas dan alamat sopir.

"Kepolisian sudah mengecek kos-kosan sopir bus, tapi kosong," ujar Kompol Rahmawati singkat. (*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help