Jokowi Tawari Prabowo Jadi Cawapres, Politisi Gerindra Bantah Soal Kirim Utusan ke Istana

Ia membantah pernyataan Romy yang menyebut Prabowo menyambut tawaran itu dengan sikap positif.

Jokowi Tawari Prabowo Jadi Cawapres, Politisi Gerindra Bantah Soal Kirim Utusan ke Istana
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Jokowi dan Prabowo berbincang di beranda Istana Merdeka 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade membenarkan bahwa Presiden Joko Widodo pernah menawari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai cawapres Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

"Ya memang dari Pak Jokowi pernah ya menawari pak Prabowo menjadi cawapres. Itu benar," kata Andre kepada Kompas.com, Sabtu (14/4/2018).

Andre mengonfirmasi pengakuan yang disampaikan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Dalam kesempatan berbeda, Romahurmuziy atau Romy menyampaikan hal yang sama.

Namun, Andre menegaskan Prabowo langsung menolak tawaran Jokowi tersebut.

Ia membantah pernyataan Romy yang menyebut Prabowo menyambut tawaran itu dengan sikap positif.

"Kan langsung ditolak sama Pak Prabowo, kan. Karena rakyat ingin Pak Prabowo maju sebagai capres," ucap Andre.

Ia menegaskan, Prabowo maju sebagai capres bukan untuk memenuhi ambisi pribadi. Namun, kata dia, Prabowo ingin mengubah kondisi Indonesia yang rakyatnya dinilai hidup semakin sulit.

Andre pun membantah Prabowo pernah mengirimkan utusannya ke Istana untuk menanyakan apakah tawaran posisi cawapres masih berlaku.

"Itu kan dongeng Romy saja. Kalau Pak Prabowo mau jadi cawapresnya Jokowi, tentu sudah diterima Pak Prabowo. Tidak mungkin Partai Gerindra deklarasi pencapresan Prabowo 11 April kemarin," kata Andre.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help