TribunBali/

Pernikahan Campur Antara WNI dan WNA Sering Hadapi 3 Masalah Ini

Ni Putu Marina Eka selaku Koordinator PerCa Bali mengungkapkan beberapa masalah dari keluarga perkawinan campur.

Pernikahan Campur Antara WNI dan WNA Sering Hadapi 3 Masalah Ini
Tribun Bali/Busrah Ardans
Diskusi komunitas PerCa di Hotel Swiss BellHotel, Sabtu (14/4/2018).  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komunitas PerCa (Masyarakat Pelaku Perkawinan Campuran) Bali menyelenggarakan rangkaian kegiatan tahunan yakni Diskusi dan Konsultasi tentang Warisan dan Surat Wasiat untuk Keluarga Perkawinan Campuran di Swiss BellHotel, Kuta Bali, Sabtu (14/4/2018) sekira pukul 10.00 wita hingga selesai.

Diskusi ini menghadirkan Narasumber Rulita Anggraini selaku PerCa Pusat Jakarta dan Notaris Elizabeth Karina Leonita, SH. MKn. Para peserta yang hadir tercatat 96 orang.

Ni Putu Marina Eka selaku Koordinator PerCa Bali mengungkapkan beberapa masalah dari keluarga perkawinan campur.

"Iya banyak, paling sering izin tinggal, izin kerja. Misalkan WNA yang bekerja harus pada perusahaan yang memiliki badan hukum. Dan lainnya adalah soal catatan sipil atau pencatatan.

Izin tinggal WNA misalnya kata Marina jika istri WNI bisa menggunakan sponsor istri.

"Kalau seorang suami tinggal di Indonesia bisa disponsori oleh istrinya yakni berkaitan dengan izin tinggal. Dengan begitu WNA bisa tinggal selama setahun atas legitimasi (izin tinggal dengan sponsor istri). Apalagi saat sudah mengenal adanya dwikewarganegaraan. Jadi untuk suami WNA atau Anak dewasa WNA yang ingin tinggal di Indonesia, bisa menggunakan sponsor istri atau Ibu WNI untuk mengurus Izin Tinggal Sementara (ITAS) atau Izin Tinggal Tetap (ITAP) berdasarkan UU Keimigrasian No. 6/2011." ungkapnya.

Dia tambahkan ITAS sendiri berlaku 1 tahun dan bisa diperpanjang. ITAP berlaku 5 tahun dan bisa diperpanjang juga.

Sementara Rulita Anggraini selaku Dewan Pengawas PerCa mengatakan keluarga perkawinan campur memiliki keterkaitan erat dengan aturan hukum seperti masalah tempat tinggal, kewarganegaraan anak, izin kerja juga jika memiliki properti bagaimana?. Itulah beberapa masalah yang kemudian sering hadir dalam perkawinan campur.

"Permasalahan ini terus menerus, kita tidak bisa mengurus status anak jika pernikahan kita belum didaftarkan dan dilakukan di luar negeri? Bagaimana jika kita menikah di luar negeri dan baru kembali beberapa tahun setelahnya? Jika tidak memiliki status pernikahan yang jelas bagaimana dengan imigrasi suami kita tidak bisa sponsor. Inilah yang selalu PerCa sosialisasikan terutama WNI agar ditaati," ungkapnya.

Dia juga mengatakan kesamaan soal yang paling sering muncul adalah keimigrasian (izin tinggal), juga tenaga kerja. Karena warga negara asing yang bekerja di Indonesia itu sebenarnya harus dibedakan dengan warga negara asing murni yang hanya bekerja setelah itu pulang.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help