Aplikasi 'Udarakita' Alat yang Bisa Mendeteksi Polutan Berbahaya di Udara

Aplikasi 'udarakita' salah satu alat untuk menditeksi PM 2,5 buruk yang terdapat di udara

Aplikasi 'Udarakita' Alat yang Bisa Mendeteksi Polutan Berbahaya di Udara
Tribun Bali/Rino Gale

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Aplikasi 'udarakita' salah satu alat untuk mendeteksi PM 2,5 buruk yang terdapat di udara, melalui kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia di Acara Tour Kapal Rainbow Warrior dengan tema "Bali Beralih Ke Energi Terbarukan" di Pelabuhan Benoa, Minggu (15/4/2018).

Bondan Andriano selaku pengkampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia menjelaskan, aplikasi udarakita ini sudah berjalan sejak tahun 2017.

Aplikasi ini hadir untuk mengkampanyekan bagaimana kesadaran dan bagaimana udara bisa dipantau.

Pasalnya, kebanyakan orang-orang masih belum sadar kalau ternyata udara ini bisa dipantau.

"Saat ini sih, kita masih bisa melihat suhunya panas, tapi ternyata dalam udara itu ada partikel yang berbahaya selain gas CO, NO, dan lainya," terangnya.

Partikel ini disebut PM 2,5 (partikel 2,5 mikron) artinya jika dibandingkan dengan sehelai rambut manusia, atau sehelai rambut dibagi menjadi 30, itulah polutan yang berbahaya di udara.

Lanjutnya, aplikasi ini sebagi alat yang dipublikasikan atau dipasarkan melalui heandphone android dan dapat di unduh di playstore.

Aplikasi 'udarakita' sudah banyak memantau partikel-partikel buruk yang terdapat di udara.

"Sehingga kami punya ide, bagaimana masyarakat bisa tahu langsung melalui heandphone masing-masing, maka kami buat aplikasi 'udarakita' khusus untuk memantau partikel 2,5 mikron itu," katanya.

PM 2,5 ini sangat berbahaya karena ukurannya yang sangat kecil bisa masuk ke dalam hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

"Efeknya seperti orang tenggelam, kemudian masuk ke jaringan kecil paru-paru serta menimbulkan penyumbatan pembuluh darah yang bisa memicu terjadinya kanker, dimana efeknya nanti berkisar puluhan tahun," katanya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved