Sesosok Mayat Ditemukan di Bibir Pantai Pura Luhur Batu Mengwi, Penyebab Kematiannya Misterius

Sesosok mayat pria paruh baya, 56 tahun, Simon Subrata tinggal di Banjar Padang Tawang Canggu Kuta Utara Badung

Sesosok Mayat Ditemukan di Bibir Pantai Pura Luhur Batu Mengwi, Penyebab Kematiannya Misterius
Istimewa
Jenazah korban (Simon) dievakuasi oleh petugas untuk dilakukan identifikasi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sesosok mayat pria paruh baya, 56 tahun, Simon Subrata tinggal di Banjar Padang Tawang Canggu Kuta Utara Badung ditemukan oleh seorang pedagang.

Simon ditemukan terdampar di bibir pantai. Simon ditemukan tidak bernyawa, dan belum diketahui pasti penyebab kematiannya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Hengky Widjaja menjelaskan, korban ditemukan Minggu 15 April 2018 sekitar pukil 16.30 Wita, sore tadi di Pantai Pura Luhur Batu Ngaus Banjar Mangening Cemagi Mengwi Badung.

Korban pertama kali ditemukan seorang pedagang, I Ketut Mustika (40) warga sekitar yang juga pihak keamanan pantai setempat.

Pertama kali korban ditemukan olehnya di bagian barat pantai dan dilaporkan ke pihak balawista Badung.

"Kami masih melakukan pengecekan untuk kematian korban. Namun tidak ditemui tanda-tanda kekerasan untuk hasil sementara. Untuk lebih pasti mengetahui penyebab kematian korban, kami rujuk korban ke rumah sakit," ucapnya, kemarin malam.

Hengky menyatakan, korban setelah ditemukan oleh saksi dan petugas balawista kemudian menghubungi anggota Polsek setempat.

Kemudian, dua orang petugas balawista melakukan evakuasi dan mayat dibawa ke darat dan selanjutnya menghubungi anggota Polsek Mengwi.

"Jenazah dibawa ke RS Kapal untuk dilakukan visum et revertum (visum)," ungkapnya.

Dan dari pemeriksaan awal, sambung Hengky, yang dilakukan di TKP oleh anggota ident dan petugas Reskrim Polsek Mengwi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dugaan sementara korban diduga tenggelam dan terseret arus.

Dengan demikian, pihaknya pun selain mengirim jenazah juga menghubungi keluarga korban untuk mengetahui lebih pasti kapan korban terakhir keluar rumah dan kronologis lebih jelas akan disampaikan selanjutnya.

"Untuk jelasnya anggota masih terjun ke lapangan, menghubungi keluarga dan saksi-saksi di lapangan. Sejauh ini itu yang bisa kami sampaikan," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help