Syarat Umur di bawah 40 Tahun Jadi Kendala Minimnya Pendaftar Penyuluh Bahasa Bali

Rapat Kerja dengan Tim seleksi Bahasa Bali, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali dalam rangka penerimaan Penyuluh Bahasa Bali

Syarat Umur di bawah 40 Tahun Jadi Kendala Minimnya Pendaftar Penyuluh Bahasa Bali
Tribun Bali/Busrah Ardans
Suasana rapat kerja Tim seleksi Bahasa Bali, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali dalam rangka penerimaan Penyuluh Bahasa Bali, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rapat Kerja dengan Tim seleksi Bahasa Bali, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali dalam rangka penerimaan Penyuluh Bahasa Bali, yang diselenggarakan Senin, (16/4/2018) sekira pukul 09.00 wita bertempat di Ruang Rapat Baleg, DPRD Provinsi Bali.

Dalam rapat tersebut Tim seleksi berhasil menyeleksi 205 peserta yang akan siap di tempatkan pada 180 Desa seluruh Bali.

Nyoman Partha, Ketua Komisi IV DPRD Bali yang memimpin rapat tersebut mengungkapkan, pihaknya sedang berupaya merekrut penyuluh bahasa Bali untuk menempati 180 desa yang masih kosong.

"Kami mendengarkan laporan dan ternyata ada beberapa kendala. Pertama, terbatasnya yang mendaftar dan yang lolos seleksi administrasi. Peserta yang lolos seleksi tulis sebanyak 205 orang dari 232 peserta yang mengikuti Tes Tulis Kemampuan Bidang Keahlian. Kedua, yang mendaftar ini tidak semua dari Tabanan, Badung, Jembrana, dan Buleleng. Misalkan dari Buleleng butuh 71 sementara yang daftar tidak banyak. Risikonya jika dari Karangasem lagi nanti hambatannya jauh-lah, itu lagi kendalanya. Memang program ideal ini masih terkendala masalah teknis," jelas Partha.

Menurut keterangan yang diterima dari Partha, jumlah pendaftar yang tidak terlalu banyak disebabkan oleh persyaratan yang mengharuskan pendaftar berusia di bawah 40 tahun.

"Sebenarnya banyak yang di atas 40 tahun tidak bisa terekrut karena diisi batas umur 40 tahun. Jadi yang daftar juga sedikit. Walaupun begitu dari 205 orang dan yang dibutuhkan 180 desa berarti ada lebih 25 orang. Mudah-mudahan mereka semua bersedia bekerja di Buleleng, Tabanan, Jembrana, jadi tidak semua di Badung. Seperti itu di Sanur butuh 1 yang daftar 9, apakah mau atau tidak 8 orang itu jika dipindahkan di Tabanan?" ujarnya.

Selain itu, dia juga membeberkan ada seorang yang mengirimi pesan whatsapp untuk ikut bergabung dengan tim penyuluh bahasa Bali hanya saja umurnya melebihi 40 tahun.

"Ini ada seorang yang mengirimkan pesan ke whatsapp saya dia bilang mau bergabung sebagai penyuluh hanya saja kendalanya usianya sudah lewat 40. Nah, ini masalahnya, jadi harapannya persyaratan itu bisa disesuaikan lagi." tambahnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved