TribunBali/
Home »

Bali

Dharma Wacana

Tak Jarang, Ada Umat Yang Rajin Muspa Namun Tetap Ditimpa Kejadian Buruk, Mengapa?

Biasanya orang yang seperti ini, kualitas muspa-nya sangat dangkal. Sebab dia hanya berhenti di kesembuhan.

Tak Jarang, Ada Umat Yang Rajin Muspa Namun Tetap Ditimpa Kejadian Buruk, Mengapa?
Tribun Bali/AA Gde Putu Wahyura
Persembahyangan di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Jumat dini hari, (27/1/2017). 

Artinya, ada empat macam orang yang menyembah Tuhan.

Pertama artah yaitu orang yang mengalami penderitaan, sakit, sakit hati, dan sebagainya.

Biasanya orang yang seperti ini, kualitas muspa-nya sangat dangkal.

Sebab dia hanya berhenti di kesembuhan.

Padahal segala kesengsaraan maupun kebahagiaan yang kita alami, berpangkal pada diri kita sendiri.

Kedua arta arthii, yaitu penyembah Tuhan dengan tujuan memperoleh kekayaan.

Ketiga jijnyasuh, orang yang sedang mengejar jabatan.

Tentunya kedua tipe ini kualitasnya tidak bagus, karena ada transaksi yang dilakukan dengan Tuhan, yang dapat berakibat, saat keinginannya terpenuhi dia akan berhenti muspa atau tetap muspa supaya hal yang telah tercapai itu tidak diusik orang lain.

Dari keempat tipe penyembah Tuhan, yang memiliki kualitas bagus ialah jnani, yakni memuja Tuhan untuk mencapai kebijaksanaan suci mencapai pencerahan rohani untuk mewujudkan bersatunya Atman dengan Parama Atman.

Orang yang muspa dengan tujuan seperti ini, betul-betul menyerahkan diri pada Tuhan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help