Ngopi Santai

Tenggelamnya Nama Aremania

Satu setengah dekade yang lalu Nama Aremania julukan suporter klub sepak bola Arema Malang sempat menyita perhatian publik bola Indonesia,

Tenggelamnya Nama Aremania
Tribun Bali/Ady Sucipto
Ribuan suporter Aremania menggelar aksi koreografi dan yel-yel menyambut Arema Cronus di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (18/2/2016). 

Aremania masih tidak bisa menyatu dengan Bonekmania. Dua kutub suporter Jawa Timur mempunyai sejarah kelam dari zaman perserikatan hingga kini.

Musim 2003-2004 menjadi musim kelabu bagi tim kebanggaan arek malang ini, tim berjuluk Singo Edan terperosok kejurang degradasi.

Alih-alih akan ditinggalkan pemain keduabelasnya, gelombang besar dukungan pada tim Arema semakin besar.

Kecintaan suporter pada klub semakin tinggi. Walaupun bermain di divisi satu, Stadion Gajayana kala itu menjadi home base Arema selalu penuh sesak dan riuh rendah suporter memberikan dukungan.

Tim Arema hanya 1 tahun merasakan divisi satu dan berhasil keluar menjadi kampiun di tahun 2004.

Tren positif tim Singo Edan terus berlanjut, berkat sentuhan tangan dingin Benny Dollo ditahun 2005 dan 2006 meraih gelar Copa Indonesia.

Dengan prestasi yang lumayan moncer semakin berlipat pula animo Aremania kala itu. Suntikan dana yang cukup dari PT Bentoel diimbangi dengan skuat tim bertabur bintang dan berlabel timnas sperti Firman utina, Alexander Pulalo, I Putu Gede, dan Kurnia Sandi mengisi line up Arema.

Hingga prestasi Arema diiringi dengan penghargaan Aremania yang menyabet gelar suporter terbaik tanah air.

Usai meraih gelar divisi satu dan piala Copa Indonesia serta suporter terbaik Indonesia tak membuat Aremania berpuas diri, mereka tetap menginginkan gelar tertinggi liga Indonesia.

Kemanapun Arema berlaga di luar kandang Aremania selalu hadir untuk mensuport Arema.

Halaman
1234
Penulis: Rizal Fanany
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help