Ngopi Santai

Tenggelamnya Nama Aremania

Satu setengah dekade yang lalu Nama Aremania julukan suporter klub sepak bola Arema Malang sempat menyita perhatian publik bola Indonesia,

Tenggelamnya Nama Aremania
Tribun Bali/Ady Sucipto
Ribuan suporter Aremania menggelar aksi koreografi dan yel-yel menyambut Arema Cronus di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (18/2/2016). 

Dipertengahan kompetisi tahun 2008 Aremania terkena sanksi komdis PSSI akibat tragedi Kediri, suporter Arema ini dilarang masuk ke stadion se-Indonesia memakai atribut kebesaran Arema selama 2 tahun.

Sanksi ini tak membuat kreativitas Aremania hilang justru sebaliknya mereka tak ambil pusing dengan sanksi komdis, Aremania tetap mendukung Arema dengan cara lain, seperti saaat mendukung tim Singo Edan di pertandingan lanjutan babak delapan besar Arema kontra Sriwijaya di Sidoarjo.

Kurang lebih 10 ribu suporter tanpa atribut Aremania menyebut dirinya “Wong Malang” memadati sisi timur stadion Delta Sidoarjo.

Mereka benar-benar menanggalkan sejenak atribut kebesaran dengan memakai baju koko, busana muslim, pakaian adat dan ada pula yang hanya mengenakan sehelai handuk dengan membawa gayung, seolah-olah mereka akan berangkat mandi ke sungai,padahal mereka melakukan tour ke kota Sidoarjo untuk mendukung tim kesayangannya berlaga.

Puncak kedigdayaan Aremania ketika tim Arema meraih supremasi tertinggi sepak bola Indonesia di tahun 2009-2010. Raihan yang ditunggu-tunggu selama belasan tahun akhirnya tercapai.

Hampir seminggu lamanya Aremania bereuforia dengan berkonvoi memadati ruas jalan kota Malang. Di gang-gang bendera berukuran besar bergambar singa terpampang, di warung-warung, dipasar-pasar , disudut-sudut kecil kota Malang pun tim Arema menjadi buah bibir dengan keberhasilannya meraih juara liga Indonesia.

Mungkin tahun 2009-2010 merupakan puncak keemasan nama Aremania. Mulai dari massa yang besar,kekompakan, kesolidan dan kerukunan antar korwil tetap terjaga.

Dikompetisi 2011-2012 mulai terjadi pergolakan di tubuh tim Arema, dua tim arema muncul seiring dualisme di tubuh induk organisasi persepakbolaan Indonesia.

PSSI yang diketuai Djohar Arifin Husein (LPI) dan KPSI (ISL) diketuai Agum Gumelar. Dua kubu inilah yang menjadi awal mula pecahnya tim Arema termasuk Suporter Aremania.

Ditambah lagi kala itu musim 2012 musim pilkada, ,assa yang besar dimiliki Aremania menjadi sasaran empuk sejumlah partai Politik, seperti dimusim pilkada 2012, salah satu parpol sempat menunggangi nama arema untuk meraup suara warga malang, kala itu terpampang spaduk “ Welcome Founding father Arema” yang disematkan ke Abu Rizal Bakrie ketua umum Partai Golkar, kuningisasi juga tak luput pada jersey Arema ditahun tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Rizal Fanany
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help