Bali United

Terkait Insiden Pembakaran Kertas di Stadion Dipta, Basudewa dan Curva Sud Minta Maaf

Manajemen Bali United membuat sejarah dalam sepak bola Tanah Air.Mereka melakukan tindakan seperti yang dilakukan tim-tim Eropa

Terkait Insiden Pembakaran Kertas di Stadion Dipta, Basudewa dan Curva Sud Minta Maaf
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pemain Bali United melakukan protes kepada wasit Untung usai laga lawan Perseru Serui di Stadion I Wayan Dipta, Sabtu (7/4). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Manajemen Bali United membuat sejarah dalam sepak bola Tanah Air. Mereka melakukan tindakan seperti yang dilakukan tim-tim Eropa pada suporter yang dinilai bertindak berlebihan.     

Manajemen memberi hukuman larangan menyaksikan laga Bali United hingga 17 laga pada suporter yang terbukti melakukan pembakaran di area tribun stadion.

Hukuman ini diberikan manajeman setelah Bali United disanksi berat Komdis PSSI gara-gara kasus pembakaran kertas di tribun selatan.       

Pembakaran terjadi sebagai bentuk akumulasi kekesalan pada sistem sepak bola di Tanah Air yang dinilai sering merugikan Bali United.

Puncaknya, saat Bali United menjamu Perseru Serui pekan lalu.       

Bali United seharusnya mendapat penalti akibat bola menyentuh tangan bek Perseru. Namun, wasit Untung asal Jakarta tak bergeming. Peluit malah ditiup untuk menyudahi pertandingan.      

Sontak pemain, ofisial, dan pelatih mengungkapkan kekesalan dengan memprotes wasit di lapangan.

Sementara sejumlah oknum suporter, melakukan aksi protes dengan membakar tumpukan sampah kertas yang berserakan di tribun.       

Aksi pembakaran ini yang dinilai Komdis PSSI dan menjatuhkan sanksi denda Rp 80 juta untuk Bali United. Menariknya, kasus ini pertama kali terjadi sejak Bali United berdiri di Bali 2015.       

Sejumlah oknum suporter yang tertangkap kamera melakukan pembakaran sampah kertas dan plastik, mulai berbicara terkait sanksi berat yang diberikan manajemen Bali United kepada mereka.       

Halaman
123
Penulis: Marianus Seran
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help