Bali United

Terkait Insiden Pembakaran Kertas di Stadion Dipta, Basudewa dan Curva Sud Minta Maaf

Manajemen Bali United membuat sejarah dalam sepak bola Tanah Air.Mereka melakukan tindakan seperti yang dilakukan tim-tim Eropa

Terkait Insiden Pembakaran Kertas di Stadion Dipta, Basudewa dan Curva Sud Minta Maaf
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pemain Bali United melakukan protes kepada wasit Untung usai laga lawan Perseru Serui di Stadion I Wayan Dipta, Sabtu (7/4). 

Sanksi berupa larangan masuk ke Stadion Dipta Gianyar, selama setengah musim, menurut mereka tidak adil.

Loyalitas dan dukungan mereka kepada Serdadu Tridatu selama ini jangan sampai terganggu akibat sanksi internal dari manajemen pada suporter.      

Ketua Basudewa, Anjelo Sentika alias Tegar Jaya kepada Tribun Bali, mengaku belum mendapat informasi resmi dari manajemen Bali United terkait sanksi tersebut.

Dia tahu soal sanksi dari manajemen setelah ramai dibincangkan di media sosial.       

Dia menilai, seharusnya ada langkah bijak dengan berdiskusi terkait masalah yang ditimbulkan faktor non-teknis saat pertandingan.

“Kalau memang manajemen Bali United niat baik, mereka seharusnya menghubungi kita dulu,” kata Tegar Jaya, Minggu (15/4).       

Meski keberatan dengan sanksi dari manajemen, Tegar Jaya mengakui beberapa oknum anggotanya melakukan kesalahan.

Dirinya secara pribadi langsung meminta maaf melalui media sosial (medsos). Tegar Jaya pun yang menyuruh oknum anggotanya meminta maaf atas insiden itu.       

“Minta maaf dilakukan di medsos. Memang itu salah saya. Karena saking cinta saya kepada Bali United. Cinta saya ke Bali United mengalahkan logika,”  jelasnya. 

Minta Sosialisasi Soal Sanksi Internal

Halaman
123
Penulis: Marianus Seran
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved