Cuaca Panas dan Terasa Gerah di Bali Sampai Akhir April, Ini Penjelasan BMKG

Cuaca Panas dan gerah yang dirasakan warga di Bali akhir-akhir ini masih akan berlanjut sampai akhir April nanti.

Cuaca Panas dan Terasa Gerah di Bali Sampai Akhir April, Ini Penjelasan BMKG
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Seorang pedagang tengah melintas di Pantai Sanur di tengah cuaca panas yang terjadi di semua wilayah Bali, Senin (16/4/2018). Hal ini disebabkan gerak semu matahari pada bulan Maret-April posisi matahari sekitar equator, sehingga akumulasi panas masih tinggi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARCuaca Panas dan gerah yang dirasakan warga di Bali akhir-akhir ini masih akan berlanjut sampai akhir April nanti.

Penyebabnya karena intensitas energi sinar matahari langsung ke bumi tanpa halangan.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, I Made Sudarma Yadnya mengatakan, secara umum kondisi panas dan gerah seperti saat ini biasa terjadi setiap tahunnya.

Hal ini disebabkan oleh gerak semu matahari pada bulan Maret-April posisi matahari sekitar equator sehingga akumulasi panas masih tinggi di wilayah sekitarnya termasuk Bali.

Sudarma menyampaikan kondisi cerah dan sedikit awan juga menyebabkan intensitas energi sinar matahari langsung ke bumi tanpa halangan.

Saat ini wilayah Bali memasuki musim peralihan dari musim hujan ke kemarau di mana angin bertiup dari timur-tenggara yang membawa masa udara kering dari Australia (melewati wilayah Bali khususnya) menuju Asia.

"Panas Matahari yang disertai masa udara kering dan masih lemahnya angin bertiup menyebabkan kondisi panas terasa menyengat dan gerah," ungkapnya, Sabtu kemarin. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help