Jangan Sampai Hidup Dalam Penyesalan Karena Berhenti Mengejar Impian

Ketika mereka telah berjuang sampai ke tingkat 40, sang adik mulai mengomel dan keduanya mulai bertengkar.

Jangan Sampai Hidup Dalam Penyesalan Karena Berhenti Mengejar Impian
Kejar apapun yang menjadi impian kita, jangan sampai menyesal nantinya. 

TRIBUN-BALI.COM – Alkisah, dua bersaudara tinggal di tingkat 80.

Ketika tiba di rumah pada suatu hari, mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat bekerja lagi dan harus menaiki tangga untuk sampai ke tempat tinggal mereka.

Setelah berjuang hingga tingkat 20, mereka terengah-engah dan merasa lelah.

Mereka memutuskan untuk meninggalkan tas mereka dan kembali lagi untuk mengambilnya keesokan harinya.

Mereka pun naik lagi.

Ketika mereka telah berjuang sampai ke tingkat 40, sang adik mulai mengomel dan keduanya mulai bertengkar.

Mereka terus menaiki tangga sambil bertengkar, hingga sampai ke lantai 60.

Mereka kemudian menyadari bahwa hanya tinggal 20 tingkat lagi untuk sampai ke rumah dan memutuskan untuk berhenti bertengkar, terus mendaki dengan tenang.

Dalam diam, mereka kembali mendaki dan akhirnya mencapai rumah mereka.

Masing-masing berdiri dengan tenang di depan pintu dan menunggu yang lain membuka pintu.

Ketika itulah mereka menyadari bahwa kunci rumah mereka ada di tas yang mereka tinggalkan di lantai 20.

Kisah ini merefleksikan kehidupan kita.

Banyak dari kita hidup di bawah harapan orangtua, guru, dan teman-teman kita.

Kita jarang bisa melakukan hal-hal yang benar-benar kita sukai dan cintai dan berada di bawah begitu banyak tekanan hingga pada usia 20 tahun, kita merasa lelah dan memutuskan untuk membuang beban itu.

Terbebas dari stres dan tekanan, kita bekerja dengan antusias dan memimpikan keinginan dengan ambisius. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help