Ratusan Sumber Mata Air untuk Tirtha Belum Bisa Diuji, Ini Kendala DLH Gianyar

Dari ratusan sumber mata air, hanya 60 titik yang diuji labolatorium, sisanya belum tersentuh.

Ratusan Sumber Mata Air untuk Tirtha Belum Bisa Diuji, Ini Kendala DLH Gianyar
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Petugas DLH Gianyar tengah melakukan aktivitas di Lab Uji Lingkungan DLH Gianyar, Senin (16/4/2018). Saat ini DLH masih kekurangan tenaga profesional seperti analis kimia, biologi dan sarjana lingkungan. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pengujian kualitas air bawah tanah yang kerap dijadikan tirtha (air suci) oleh umat Hindu di Gianyar, belum bisa dilakukan secara maksimal.

Dari ratusan sumber mata air, hanya 60 titik yang diuji labolatorium, sisanya belum tersentuh.

Minimnya SDM menjadi alasan.

Kepala UPTD Lab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Luh Putu Diah Mantiasih, mengatakan, uji lab terkait kualitas air bawah tanah merupakan program yang berlangsung sejak tahun 2017.

Tujuannya mendeteksi kualitas air yang dikonsumsi atau dijadikan tirtha, tetap terjamin kualitasnya.

Sebab saat ini penecamaran lingkungan sangat massif.

Kata dia, pengujian dilakukan selama dua kali, saat musim kemarau dan penghujan.

Terkait uji lab di musim kemarau ini, pihaknya sudah melakukannya pada 60 titik sumber mata air, melingkupi Kecamatan Blahbatuh, Gianyar dan Tampaksiring.

Hasilnya, semua air yang dijuji masih memenuhi baku mutu (layak minum).

Namun kata Diah, sapaannya, mengakui uji lab terhadap kualitas sumber air di Gianyar belum maksimal.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help