Resmi, Perbekel Satra Ditahan Kejari Klungkung Terkait Kasus Korupsi APBD Desa

Perbekel Desa Satra, Klungkung, Ni Made Ratnadi menyambangi Kantor Kejari Klungkung, Selasa (17/4) sekitar pukul 11.00 Wita.

Resmi, Perbekel Satra Ditahan Kejari Klungkung Terkait Kasus Korupsi APBD Desa
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Perbekel Satra, Ni Made Ratnadi saat masuk ke mobil tahanan Kejari Klungkung. Tersangka kasus dugaan korupsi APBDes Desa Satra tahun 2015 tersebut resmi ditahan setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke JPU, Selasa (17/4) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Perbekel Desa Satra, Klungkung, Ni Made Ratnadi menyambangi Kantor Kejari Klungkung, Selasa (17/4) sekitar pukul 11.00 Wita.

Ekpresi satu-satunya perbekel wanita di Klungkung itu tampak lesu, setelah pihak kejaksaan melakukan penahanan terhadapnya.

"Berkas sudah P21 atau sudah dinyatakan lengkap. Berkas dan barang bukti sudah kita limpahkan dari penyidik ke jaksa penuntut umum. Tadi juga, Tersangka (Ni Made Ratnadi) sudah resmi kita tahan dan titip ke rutan Klungkung untuk 20 hari kedepan," Jelas Kasi Pidsus Kejari Klungkung, Meyer V Simanjuntak.

Tersangka kasus dugaan korupsi APBDes Desa Satra tahun 2015 tersebut, tiba dengan menggenakan pakaian putih dan celana panjang hitam.

Ia didampingi oleh suaminya dan seorang pengacara, I Putu Oka.

Saat itu, Ratnadi sempat kembali diperiksa pihak kejaksaan untuk mencocokan barang bukti.

Selain itu, sebelum menandatangani berita acara penahanan, ia juga sempat menjalani pemerikasan oleh tim kesehatan di RSUD Klungkung.

Saat diperiksa, tensi (tekanan darah) dari Ratnadi tinggi. Jantungnya juga berdebar lebih cepat.

"Tapi secara umum, kondisi tersangka dalam keadaan sehat. Sehingga resmi kita tahan, dengan pertimbangan karena ancaman hukumannya di atas lima tahun. Selain itu, agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangi barang bukti. Termasuk mempermudah kita saat proses di persidangan nanti," Ungkap Meyer. 

(*) 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved