Satu-satunya di Gianyar, Alat Musik Gerumbungan Ditampilkan di HUT Gianyar ke-247

Selasa, (17/4/2018) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Hari Ulang Tahun Kota Gianyar yang ke-247.

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Selasa, (17/4/2018) Kota Gianyar menyelenggarakan Hari Ulang Tahun Kabupaten Gianyar yang ke-247.

Acara yang digelar di lapangan Astina Gianyar, Bali tersebut dipadati warga Gianyar yang ingin menyaksikan macam-macam pementasan dari 7 Kecamatan se-Gianyar.

Desa Sebatu Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar satu di antaranya yang menampilkan pertunjukkan dengan judul Witning Kabegal disertai tari dan tabuh.

Keunikan tersendiri dari penampilan Desa sebatu yakni dengan memadukan alat musik Gerumbungan yang terbilang tua dengan alat musik Baleganjur.

Bugi ketika diwawancarai di lokasi pementasan selaku Panitia Dokumentasi dari Desa Sebatu menuturkan, kalau alat musik tersebut merupakan satu-satunya di Gianyar dan termasuk alat musik berumur tua.

"Desa kami menampilkan alat musik yang berbeda mas, yakni Alat musik Gerumbungan. Kalau mas pernah lihat dari lonceng sapi yang ada di leher sapi, yah menyerupai itu bentuknya." jelas dia.

Ia menjelaskan kalau alat musik itu terbuat dari kayu yang besar dan dilubangi seperti lonceng sapi.

"Itu dibuatnya dari kayu besar terus dilubangi seperti lonceng sapi. Alat memukulnya juga kayu. Kalau mas lihat alat musik sekarang-kan lebih kekinian kalau Desa kami menampilkan alat musik yang tua (Gerumbungan) dipadukan dengan Baleganjur. Jadi tidak terlihat zaman dulu juga tapi ada unsur dulu dan sekarang." ujarnya mencoba mengisahkan.

Sementara Dharma yang juga selaku panitia dari Desa Sebatu mengungkapkan jika alat tersebut ada yang berumur sangat tua.

"Kami tidak tahu kapan dan siapa pencetusnya. Hanya saja ada di desa yang sudah sangat tua dan tidak bisa dipakai. Jadi yang dimainkan sekarang itu baru dibuat sekitar 3 tahun lalu." jelas dia.

Sementara cara memainkannya kata dia, bisa beraneka cara.

"Tentu caranya dipukul mas, ada ritmenya. Dari suara yang dihasilkan, cara mukulnya ituu berbeda mas. Contohnya ada yang pelan-pelan ada yang cepat mukulnya biar berirama." terangnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help