TribunBali/

TRAGIS, Tersengat Listrik Sekujur Tubuh Pekerja di Nusa Dua Alami Luka Bakar Hingga Dagu Retak

Seorang pekerja bangunan, Suparman (40) warga Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur harus merasakan derita luka bakar

TRAGIS, Tersengat Listrik Sekujur Tubuh Pekerja di Nusa Dua Alami Luka Bakar Hingga Dagu Retak
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi tersengat listrik 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pekerja bangunan, Suparman (40) warga Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur harus merasakan derita luka bakar di sekujur tubuhnya akibat tersetrum aliran listrik kabel PLN yang diketahui mengelupas, Selasa (17/4).

Beruntung nyawa korban masih terselamatkan. Usai kejadian, korban saat itu langsung dilarikan menuju IGD RSUP Sanglah untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi yang dihimpun, korban dievakuasi ke RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulance dan tiba di IGD sekira pukul 16.30 Wita.

Menurut rekan korban, kondisi kulit di sekujur tubuh Parman mengalami melepuh luka bakar cukup serius. Selain itu, pada dagunya juga diketahui mengalami fracture (patah).

"Kulitnya kebakar semua. Kata dokter di bagian dagu korban mengalami patah atau retak. Kondisi masih sadar," ujarnya sembari melihat penanganan tim medis di ruang resusitasi.

Kronologi kejadian, dipaparkan teman korban ini bermula saat korban sedang menunaikan pekerjaannya membangun sebuah rumah di Bilangan Nusa Dua, dekat RS Surya Husada.

Waktu menunjukkan sekira pukul 13.30 Wita. Korban sedang mengamplas tembok dengan semen halus menggunakan tatakan dari besi.

"Tatakan besi ini berfungsi untuk membentuk cetakan semen agar lebih halus dan apik," terangnya.

Namun tak dinyana, tatakan besi ini menyenggol kabel PLN yang kebetulan kulitnya mengelupas.

Tak pelak, aliran listrik itu langsung menghantar melalui tatakan besi dan ikut menyengat tubuh korban.

Parahnya, posisi korban waktu itu sedang berada di lantai tingkat tiga. Aliran listrik itu membuat ia terpental dan mengakibatkannya terjatuh.

"Untung saja teman saya tidak langsung jatuh ke lantai dasar. Katanya dia jatuhnya urutan dari lantai dua baru ke lantai satu," kisahnya.

Hingga berita ini diturunkan, satu-persatu rekan-rekan korban mulai berdatangan ke IGD dan mengurusi segala keperluan pengobatan korban.

Pada pukul 21.20 Wita, korban sudah mendapatkan perban di sekujur tubuhnya mulai tangan badan hingga kaki. Informasi yang dihimpun, korban akan dipindah rawat di ruang ICU Burn Unit untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. (*).

Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help