Home »

Bali

Meracuni Pulau Dewata

Greenpeace Indonesia meluncurkan laporan terkait ancaman yang disebabkan oleh PLTU batubara di Celukan Bawang, Buleleng.

Meracuni Pulau Dewata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
kedatangan kapal Greenpeace Rainbow Warrior 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Greenpeace Indonesia meluncurkan laporan terkait ancaman yang disebabkan oleh PLTU batubara di Celukan Bawang, Buleleng.

Laporan itu bertajuk 'Meracuni Pulau Dewata', yang memaparkan dampak dari pembangunan pembangkit listrik menggunakan batubara.

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Didit Haryo, memaparkan banyak kerugian yang mulai dirasakan warga sekitar sejak PLTU Celukan Bawang beroperasi secara komersial pada 2015.

Temuan Greenpeace di beberapa tempat yang terdapat PLTU, misalnya, menyebabkan pohon kelapa rentan mengalami kerusakan.

Hal itu dirasakan pula oleh warga pemilik perkebunan kelapa di sekitar PLTU Celukan Bawang.

Selain produktivitas perkebunan mereka menurun, kualitas buah kelapa yang dihasilkan juga mengalami perubahan.

"Meskipun perlu diklarifikasi secara saintifik, kami meyakini PLTU adalah penyebab kerusakan tersebut. Sebelum ada PLTU, kualitas kelapa yang dihasilkan cukup baik. Kini perubahannya sangat terasa," kata Didit.

Selain perkebunan kelapa, masyarakat yang bekerja di sektor perikanan juga mulai merasakan dampaknya. Tangkapan ikan seturut penghasilan mereka terus menyusut sejak PLTU beroperasi.

Demikian pula kapal-kapal nelayan kian jarang digunakan melaut karena jumlah ikan mulai berkurang.

Para nelayan harus pergi melaut lebih jauh ke tengah agar bisa mendapat ikan.

Halaman
123
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help