Pembangunan Pembangkit Energi Listrik Terbaru Belum Bisa Dilakukan Karena Kondisi Indonesia

Pembangunan pembangkit energi listrik terbaru di Indonesia khususnya Bali tidak sama seperti di Eropa

Pembangunan Pembangkit Energi Listrik Terbaru Belum Bisa Dilakukan Karena Kondisi Indonesia
Tribun Bali/Busrah Ardans

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Pembangunan pembangkit energi listrik terbaru di Indonesia khususnya Bali tidak sama seperti di Eropa.

Hal ini menjadi polemik karena sistem ini dibilang belum saatnya untuk berkontribusi dengan kondisi Indonesia saat ini.

Di Indonesia listrik menjadi kebutuhan masyarakat, sedangkan di negara lain seperti Eropa pembangkit energi listrik terbaru untuk menjaga aspek lingkungan.

Ida Ayu Giriantari selaku Pengamat Kelistrikan dari Universitas Udayana (Unud) ketika ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Bali di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, mengatakan, pembangunan ini berbeda dengan yang ada di Indonesia.

"Pembangunan energi listrik ini kan, berbeda dengan Eropa. Kalau di Eropa pembangkit ini berfungsi untuk menjaga aspek lingkungan atau untuk menghargai lingkungan, dan mereka lebih mapan soal kelistrikan, sedangkan di Indonesia untuk kebutuhan," kata Giriantari, Jumat (20/4/2018).

Jika nantinya pembangunan pembangkit energi listrik terbaru ini diterapkan di Indonesia, masyarakat harus mampu membayar lebih dari harga yang saat ini dibayarkan.

"Di Indonesia listrik itu masih menjadi kebutuhan masyarakat dan harganya juga mahal. Jadi masih belumlah untuk itu," tambahnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help