Usai Kritis 24 Jam di RSUP Sanglah, Korban Amuk Massa Dugaan Pencurian Aki Buldoser TNI Tewas 

Informasi meninggalnya Sukajat baru diketahui pada Kamis (19/4) malam saat serombongan keluarga mendatangi Instalasi Forensik RSUP Sanglah

Usai Kritis 24 Jam di RSUP Sanglah, Korban Amuk Massa Dugaan Pencurian Aki Buldoser TNI Tewas 
(THINKSTOCK)
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah melalui masa kritis selama 24 jam lebih, Sukajat (41), pelaku dugaan pencurian aki buldoser TNI yang diamuk massa pada Senin (16/4) lalu, akhirnya menghembuskan napasnya, Rabu (18/4) malam.

Informasi meninggalnya Sukajat baru diketahui pada Kamis (19/4) malam saat serombongan keluarga mendatangi Instalasi Forensik RSUP Sanglah sekira pukul 21.45 Wita. 

Terkait waktu kematian belum terkonfirmasi dari pihak forensik. Namun demikian, kedatangan keluarga yang terdiri dari sekitar 8 orang ini untuk memastikan jenazah adalah benar anggota keluarga mereka.

"Ya benar, jenazah adalah salah satu keluarga kami dari Banyuwangi," ungkap paman korban yang tidak ingin namanya dikorankan, Kamis (19/4) malam.

Ia melanjutkan, korban merupakan warga Desa Temuasri Awu-Awu, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi

Terkait keberadaan korban di Bali memang diketahui pihak keluarga besar yang memang berdomisili di Bali sejak lama. 

Selama hidup di Bali, korban terbilang 'bodong' alias tidak memiliki identitas apapun. "KTP gak punya, KK punya tapi yang keluarga lama. Tinggalnya juga pindah-pindah," imbuhnya.

Diakuinya, korban ini sudah menghilang dan tak pernah menjalin hubungan dengan pihak keluarga di Bali.

"Namun kami tidak pernah mengetahui dimana ia tinggal. Dia selalu pindah-pindah tempat. Ia juga tidak pernah berhubungan dengan kami sejak 2-3 tahun lalu," jelas pria berusia 60 tahun ini.

Terkait kabar duka tersebut, pihaknya justru baru tahu setelah dilapori pihak keluarga di Banyuwangi.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help