40 Petani se-Bali Bergabung di Bank Benih, Penghasilannya Bisa Capai Rp 9 Juta dari Benih

Yayasan Idep saat ini tengah melangsungkan kerjasama dengan 40 petani lokal se-Bali dengan konsep pertanian permakultur

40 Petani se-Bali Bergabung di Bank Benih, Penghasilannya Bisa Capai Rp 9 Juta dari Benih
Tribun Bali/Busrah Hisam Ardans
Doni Marmer, Devisi Pengembangan Sumber Daya IDEP saat diwawancarai Tribun Bali, Jumat (20/4/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Doni Marmer selaku Devisi Pengembangan Sumber Daya di Yayasan IDEP saat diwawancarai usai konferensi peringatan Hari Bumi, Jumat (20/4/2018) mengungkapkan Yayasan Idep saat ini tengah melangsungkan kerjasama dengan 40 petani lokal se-Bali dengan konsep pertanian permakultur atau pertanian organik yang berkelanjutan.

"Bali sendiri sudah ada 40 petani lokal yang kita dampingi untuk diberikan pelatihan dan tiap tahun kita perbaharui kontraknya. Jadi kita punya program bank benih yang dijalankan dengan konsep permakultur. Permakultur merupakan pertanian permanen atau permanent agriculture. Yang berarti membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Dengan bahan organik yang ada di sekitar mereka bisa mengembangkan pertanian permakultur yang dengan modal sedikit tetapi hasil yang banyak. Misalkan kotoran sapi untuk biogas, pupuk dari pisang dan lainnya," jelasnya.

Mereka tersebar di beberapa kabupaten di Bali, seperti di Negara, Buleleng, Bangli, Klungkung juga Karangasem.

"Kerjasamanya seputar pengembangan benih sayuran lokal dan organik dan dapat dikembangkan-biakkan terus. Jadi
awalnya kita beri arahan dan kontrak apakah mau bekerjasama dengan kita. Misalnya kita kembangkan juga Kampanye Penyimpanan Benih. Tentu hasil panen kita serahkan ke petani. Apakah mau jual langsung itu terserah mereka. Urutannya mereka yang mengelola kebun benihnya dengan baik kemudian Idep membeli dan kita package ulang untuk dijual. Kalaupun jual langsung ke pasar juga bisa." terangnya.

Kalau dirata-ratain sambung dia satu petani berpenghasilan Rp 3-4 juta dari benih.

Bahkan ada yang sampai Rp 9 juta yang luas lahannya 1 are.

Ia menyebut itu yang terbesar karena memang petaninya sungguh-sungguh dan punya lahan besar.

"IDEP sendiri membeli dari petani satu paket benih dihargai Rp 25 ribu, setelah itu dari Idep biasanya kita jual lagi dan di-package ke online atau konvensional. Para petani kita sarankan masing-masing mereka fokus mempunyai kebun benih sekitaran 5x5 maksimal 1 are untuk dikembangkan karena mereka perlu fokus kebun lain juga. Hasil penjualan Idep akan dipergunakan kembali untuk kerjasama dengan petani," pungkasnya.

Sementara bagi masyarakat yang ingin membeli kata dia bisa melalui online juga di toko-toko terdekat yang ada di Gianyar, Badung, dan Denpasar. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help