Lemparan Jeriken Picu Perkelahian di Warung Tauk, Kintamani

Ketersinggungan usai minum-minuman beralkohol, hingga berbuntut pada penganiayaan kembali terjadi.

Lemparan Jeriken Picu Perkelahian di Warung Tauk, Kintamani
ilustrasi/net
Ilustrasi Aksi perkelahian

TRIBUN-BALI.COM,  BANGLI - Ketersinggungan usai minum-minuman beralkohol, hingga berbuntut pada penganiayaan kembali terjadi.

Kali ini dialami oleh I Nyoman Redana (53), asal Banjar Kutuh, Desa Kutuh, Kintamani.

Ia  mengalami luka memar di dahinya akibat kena pukulan sebanyak dua kali.

Kejadian bermula dari jeriken kosong wadah tuak yang dilemparkan oleh Made Warmada, hingga berbuah ketersinggungan dan saling cekcok, Sabtu (21/4/2018).

Bukannya melerai, seorang pria lain yang kala itu ikut minum tuak, justru langsung memukul dahi Redana tahun ini sebanyak dua kali, hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Kapolsek Kintamani, Kompol Putu Gunawan mengatakan, Redana mengunjungi rumah Made Warmada, dengan maksud untuk minum tuak.

Sesampainya, Redana langsung bergabung untuk minum tuak di bale bengong, bersama dua orang pria yakni Sutaya (48) dan Armawan (30).

Berselang 30 menit kemudian, pemilik rumah melempar jeriken kosong wadah tuak ke tanah.

Merasa tersinggung, Nyoman Redana menegur Warmada dengan baik-baik.

Namun justru mendapat respons berbeda hingga terjadi cekcok di antara keduanya.

“Di saat bersamaan, pria Armawan justru ikut tersinggung hingga terjadi cekcok dengan Redana. Secara tiba-tiba, Armawan langsung memukul dahi korban tangan kosong hingga menyebabkan benjol. Belum puas, pelaku kembali memukul dahi korban hingga akhirnya memar,” kata Kompol Putu Gunawan, Minggu (22/4/2018).

Penganiayaan tersebut berakhir setelah Sutaya dibantu warga sekitar melerai percekcokan tersebut.

Pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian usai korban melapor akan kejadian tersebut.

Namun demikian, pelaku tidak ditemukan di lokasi maupun di rumahnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved