UNBK Hari Pertama di Bangli, 13 Siswa Absen Ini Penyebabnya 

Pelaksanaan UNBK SMP hari pertama di Kabupaten Bangli juga tergolong lancar. Beberapa sekolah penyelenggara UNBK mengaku tidak memiliki kendala.

UNBK Hari Pertama di Bangli, 13 Siswa Absen Ini Penyebabnya 
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
(Ilustrasi) Siswa sesi 2 pada ruang dua yang mengalami gangguan server masih menunggu di luar ruangan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pelaksanaan UNBK SMP hari pertama di Kabupaten Bangli juga tergolong lancar. Beberapa sekolah penyelenggara UNBK mengaku tidak memiliki kendala.

Seperti di SMPN 3 Bangli, dari 279 peserta yang dibagi dalam tiga sesi, seluruhnya hadir dan mengerjakan UNBK dengan lancar.

Begitupun dengan di SMPN 5 Kintamani, dari 94 peserta yang terdaftar seluruhnya hadir dalam tiap sesinya.

Sedangkan di SMPN Satap 2 Kintamani, justru diakui mengalami sedikit kendala di awal pelaksanaannya.

Ujar Kepala Sekolah SMPN Satap 2 Kintamani, I Putu Eka Putra Wirata, pada sesi pertama siswa tidak bisa login pada paket soal yang diterimanya.

Beruntung macetnya sistem hanya terjadi selama 20 menit, sehingga masih bisa disiasati.

“Memang kami sendiri sempat khawatir dengan macetnya sistem ini. Terlebih kami baru pertama kali menggelar UNBK. Namun setelah ditelusuri, macetnya sistem login bukan karena kendala di server kami. Melainkan di pusat,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bangli, I Nyoman Sedana mengungkapkan pada pelaksanaan UNBK di Bangli, setidaknya tercatat 13 peserta tidak menghadiri UNBK.

Usut punya usut, ketidakhadiran peserta UNBK ini disebabkan beberapa 11 peserta diantaranya telah keluar, 1 peserta meninggal dunia, dan 1 peserta sakit.

“Kebanyakan mereka sudah mengundurkan diri sejak kelas VIII, lengkap dengan surat pernayataan mengundurkan diri. Begitupun dengan peserta UNBK yang telah meninggal, juga sudah dilaporkan ke dapodik, dan sudah dihapus. Namun jika sekarang masih tetap muncul, mungkin di pusat belum sempat sinkron dapodiknya. Toh mereka melayani se-Indonesia,” jelas Nengah Sedana.

Sebutnya, 11 peserta UNBK yang telah keluar yakni dari SMPN 2 Susut, SMPN 1 Bangli, SMPN 2 Tembuku, SMPN 3 Tembuku, SMPN Satap 4 Kintamani, dan SMPN 6 Kintamani, masing-masing tercatat 1 orang peserta UNBK telah keluar.

“Paling banyak di SMPN 7 Kintamani, 5 orang tercatat sudah keluar,” ucapnya.

Lanjut Nengah Sedana, satu siswa yang tercatat telah meninggal dunia, yakni dari SMPN 1 Susut yang meninggal dunia sebelum bulan Februari 2018.

Sedangkan peserta UNBK yang tercatat sakit, yakni dari SMPN Satap 1 Kintamani atas nama Wayan Jero Sugiarata.

“Bagi mereka yang izin sakit, akan diberikan susulan yang terjadwal pada tanggal 8 hingga 9 Mei,” tandasnya. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help