Komisi II DPRD Gianyar Minta Kawasan Akomodasi Pariwisata Ditambah

Selama ini Gianyar dikenal sebagai kota pariwisata. Dimana 70 persen Pedapatan Asli Daerah (PAD)-nya bersumber dari sektor ini.

Komisi II DPRD Gianyar Minta Kawasan Akomodasi Pariwisata Ditambah
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
(Ilustrasi) Lahan persawahan di kawasan Ubud, Gianyar yang masih dipertahanan, Kamis (16/2/2017) 


TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Selama ini Gianyar dikenal sebagai kota pariwisata. Dimana 70 persen Pedapatan Asli Daerah (PAD)-nya bersumber dari sektor ini.

Namun Komisi I DPRD Gianyar menilai banyak kawasan di Gianyar, tak bisa menikmati ‘kue pariwisata’ tersebut. Sebab, terbentur Perda Gianyar nomer 16 tahun 2016 tentang Tata Ruang Kota.

Ketua Komisi II DPRD Gianyar, Ida Bagus Nyoman Rai, Selasa (24/4/2018) mengatakan, Perda Tata Ruang membatasi kawasan boleh di bangun hotel dan restoran berkelas. Hal itu menghambat perkembangan perekonomian.

Selama ini, pertumbuhan ekonomi hanya terjadi di kawasan yang diperbolehkan membangun hotel berkelas dan restoran mewah, seperti di Kecamatan Ubud dan Pantai Lebih, Gianyar.

Sementara kawasan yang tidak boleh dibangun akomodasi pariwisata berkelas, tidak bisa berbuat banyak.

Masyarakatnya hidup dalam kemiskinan dan pembangunan desa hanya mengandalkan kucuran dana pemerintah.

Sebab di sana tidak ada perputaran ekonomi. Padahal banyak kecamatan di Gianyar menyediakan spot pariwisata berkelas. Namun hal itu tidak dinikmati wisatawan karena jauh dari hotel dan restauran.

Pembatasan kawasan ini juga menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan secara massif, di jantung pariwisata Gianyar.

“Kalau hanya numplek situ-situ saja, dalam 10 tahun ke depan, kita tidak akan melihat lagi sawah, tegalan dan ruang terbuka hijau di tempat itu,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help