14 Hal Terkait Prosesi Pengobatan Niskala Di Pantai Watu Klotok Yang Berujung Maut, Diyakini Keramat

Adapun kejadian ini juga diwarnai 14 pertanda niskala seperti yang diceritakan keluarga korban

14 Hal Terkait Prosesi Pengobatan Niskala Di Pantai Watu Klotok Yang Berujung Maut, Diyakini Keramat
Kolase

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Maksud hati ingin berobat dan sembuh dari penyakit asma, Ni Wayan Sutami (52) justru harus menemui ajalnya.

Tak hanya Sutami, 2 penolongnya pun ikut menemui ajal saat hendak menyelamatkan Sutami yang tergulung ombak di Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung, Bali, Senin (23/4/2018).

Adapun kejadian ini juga diwarnai pertanda-pertanda niskala seperti yang diceritakan keluarga korban berikut ini : 

1.      Sakit Tak Kunjung Sembuh

Ni Wayan Sutami (52) bersama suaminya I Nengah Karna (54) warga Dusun Semseman, Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem, Bali awalnya hendak melukat di Pantai Watu Klotok untuk memohon kesembuhan, karena Sutami menurut suami selama ini mengidap penyakit maag.

2.      Konsultasi Dengan Balian

Petunjuk ini didapatkan usai berkonsultasi dengan balian (dukun) ia dianjurkan untuk menjalani proses pengobatan secara niskala, yakni malukat setiap hari senin.

3.      Ombak Tinggi

Pesisir Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung masih dipadati oleh warga sekitar, Senin (23/4/2018).
Pesisir Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung masih dipadati oleh warga sekitar, Senin (23/4/2018). (Tribun Bali/Firizqi Irwan)

Mereka berdua malukat sekitar 200 meter, di sebelah barat parkir Pantai Watu Klotok.

Saat kejadian, ombak di pantai berpasir hitam itu memang cukup tinggi, bahkan mencapai sekitar 4 meter.

Halaman
123
Penulis: Eviera Paramita Sandi
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help