40 Ribuan Anak Di Gianyar Disebut Alami ‘Stunting’, Ini Jawaban Dinas Kesehatan

Kasus ‘stunting’ atau anak yang memiliki tinggi badan lebih rendah daripada usianya, menjadi perhatian serius Pemkab Gianyar

40 Ribuan Anak Di Gianyar Disebut Alami ‘Stunting’, Ini Jawaban Dinas Kesehatan
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Kasus ‘stunting’ atau anak yang memiliki tinggi badan lebih rendah daripada usianya, menjadi perhatian serius Pemkab Gianyar, Bali.

Sebab, dalam acara pelatihan Sistem Informasi Posyandu (SIP) di Pura Samuan Tiga, Blahbatuh belum lama ini, terungkap data hasil PSG Provinsi Bali tahun 2017, jumlah stunting mencapai 40,99 persen.

Kondisi ini biasanya terjadi lantaran anak kekurangan gizi dalam masa pertumbuhan.

Data Disdukcapil Gianyar, jumlah penduduk Gianyar tahun 2017 sebanyak 492.002 jiwa.

Rinciannya, sebanyak 379.094 jiwa berstatus usia dewasa (wajib KTP).

Sementara penduduk dalam kategori anak-anak sebanyak, 112.908 jiwa.

Jika data Pemprov Bali terkait kasus stunting di tahun 2017 sebesar 40,99 persen itu valid, artinya sekitar 40 ribuan anak-anak Gianyar memiliki fisik tidak normal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar, Ida Ayu Cahyani, Rabu (25/4/2018) menampik angka tersebut.

Menurut dia, data 40,99 persen itu merupakan angka tahun 2013.

Kata dia, tahun 2017 mengalami penurunan menjadi, 22,2 persen.

“Maaf, yang 40,99 persen itu data lima tahun lalu, sekarang sudah berkurang, tahun 2017 hanya 22,2 persen saja,” ujarnya via WhatsApp.

Kabid Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar, Ida Ayu Ketut Surya Adnyani, mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus menangani kasus tersebut.

Hal itu dilakukan dengan memberikan pelatihan pada kader Posyandu dan Kesmas, sebagai instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut dia, stunting biasanya terjadi karena anak tersebut kekurangan gizi saat masa pertumbuhan dan faktor genetik.

“Menjadi faktor utama dari kondisi seperti ini, karena kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi, minimnya asupan ASI (Air Susu Ibu) hingga faktor genetik,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help