Ini 10 Permasalahan Pertanian di Bali, No 5 Jangan Sampai Hanya Tinggal Nama

Bali tanpa pertanian dan pariwisata tidak akan jalan, sehingga pertanian harus dikembangkan ditumbuhkan dan dilestarikan di Bali.

Ini 10 Permasalahan Pertanian di Bali, No 5 Jangan Sampai Hanya Tinggal Nama
Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Seorang wisatawan asing tampak tersenyum berjalan di pematang sawah di Desa Blimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali, Prof. Dr. Nyoman Suparta dalam Simakrama Gubernur Bali, Sabtu (28/4/2018) yang dilaksanakan di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali mengatakan bahwa Bali tanpa pertanian dan pariwisata tidak akan jalan, sehingga pertanian harus dikembangkan ditumbuhkan dan dilestarikan di Bali.

"Calon gubernur harus punya komitmen politik yang kuat utk mempertahankan pertanian bali," kata Suparta.

Adapun permasalahan terkait pertanian Bali menurut Suparta yaitu sebagai berikut.

1. Masalah alih fungsi lahan.

"Kita tahu penurunan akibat alih fungsi lahan semakin marak. Sepuluh tahun lalu terdapat 85 ribu hektar lahan pertanian, kini hanya tersisa 79 ribu hektar," katanya.

2. Air menyusut.

3. SDM karena kebanyakan petani sudah tua, sedangkan yang muda hanya beberapa orang yang menjadi petani.

4. Penerapan teknologi.

Ada teknologi tapi petani enggan menerapkan teknologi untuk mengolah lahan pertanian.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help